Pada Hari Air Dunia, Baru 72 Persen Masyarakat Bisa Akses Air Bersih

Kompas.com - 22/03/2019, 12:48 WIB
Pelepasan burung sebagai bagian dari peringatan Hari Air Dunia XXVII Tahun 2019 di halaman kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (22/3/2019). KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAPelepasan burung sebagai bagian dari peringatan Hari Air Dunia XXVII Tahun 2019 di halaman kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengimbau masyarakat agar peduli terhadap akses air yang bersih dan sehat, serta diharapkan semakin banyak orang yang bisa mendapatkannya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan hal itu saat pencanangan dan peringatan Hari Air Dunia XXVII Tahun 2019 yang mengambil tema “Semua Harus Mendapatkan Akses Air”.

“Temanya leaving no one behind, semua orang diharapkan harus dapat akses air yang sehat. Tujuannya untuk menggerakkan kepedulian masyarakat terhadap sumber daya air bersih,” ujar Basuki di halaman kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Baca juga: Tampungan Air Kita Masih Jauh dari Ideal

Dia mengatakan, salah satu usaha pemerintah untuk memperbanyak akses air bersih berupa Gerakan 100-0-100, yaitu 100 persen akses air minum, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen akses sanitasi. 

Meski demikian, akses air bersih untuk seluruh masyarakat Indonesia hingga akhir 2018 baru mencapai 72 persen.

Pencapaian itu masih jauh dari target yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 bahwa seluruh masyarakat Indonesia harus memiliki akses terhadap air bersih.

“Kita punya program 100-0-100 yang kalau dari RPJMN belum bisa tercapai tahun ini, kita baru punya 72 persen, masih kurang,” ucap Basuki.

Dia menambahkan, selain itu, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air mengalokasikan anggaran sebesar Rp 32 triliun yang memprioritaskan pembangunan sejumlah tampungan air, antara lain berupa bendungan dan embung.

Sebanyak 14 bendungan telah selesai dibangun pada 2018 dan ditargetkan 15 bendungan lagi akan rampung pada 2019 sehingga total 29 bendungan bisa selesai dalam dua tahun terakhir.

“Tahun ini melanjutkan 15 bendungan sehingga 29 bendungan selesai. Sisanya pada 2020 sampai terakhir 2022 sudah selesai semua. Jadi itu tidak hanya untuk air baku, tapi juga untuk banjir, irigasi, dan pariwisata,” pungkas Basuki.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X