Jelang MotoGP 2021 Mandalika, Kementerian PUPR Bangun Jalan Khusus

Kompas.com - 19/03/2019, 15:27 WIB
Pembangunan sirkuit terbuka dengan konsep jalan raya atau street racing circuit ini dikerjakan oleh Vinci Construction Grand Project (VCGP) Perancis, selaku investor yang telah melakukan kajian pembangunan sirkuit. Dok IstimewaPembangunan sirkuit terbuka dengan konsep jalan raya atau street racing circuit ini dikerjakan oleh Vinci Construction Grand Project (VCGP) Perancis, selaku investor yang telah melakukan kajian pembangunan sirkuit.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) berencana membangun jalan khusus untuk mendukung penyelenggaraan MotoGP yang akan digelar pada tahun 2021 di kawasan Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Jalan khusus ini membentang sepanjang 17 kilometer dari Bandara Internasional Lombok menuju lokasi sirkuit yang digunakan untuk MotoGP.

Kepala BPIW Hadi Sucahyono mengatakan, usaha ini sebagai bentuk dukungan Kementerian PUPR mewakili pemerintah  terhadap perhelatan ajang balap motor internasional.

Selain itu, juga sebagai bentuk dukungan terhadap Kementerian Pariwisata dan Kementerian Luar Negeri.

Sebagai informmasi, Mandalika menjadi salah satu dari 12 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang  terus dikembangkan BPIW.

Bahkan, Mandalika termasuk dalam empat pengembangan prioritas kawasan, selain Danau Toba, Borobudur, dan Labuan Bajo. 

“Jalan bypass itu sebagai shortcut sekitar 17 kilometer, dari bandara memotong langsung ke Mandalika lokasinya MotoGP,” ujar Hadi saat ditemui di Bogor, Senin (18/3/2019).

Tujuan dari pembangunan jalan khusus ini, lanjutnya, untuk memberikan akses langsung kepada semua pihak yang berkepentingan dalam ajang MotoGP, misalnya penonton, panitia penyelenggara, dan tim yang menjadi peserta lomba balap motor tersebut.

Selama ini jalan arteri dari bandara ke lokasi Sirkuit Mandalika memang sudah ada, tetapi melewati permukiman penduduk yang semakin padat.

Dikhawatirkan saat MotoGP nanti lalu lintas di jalan tersebut akan sangat ramai sehingga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari penduduk lokal, termasuk upacara adat yang bisa saja diadakan pada waktu yang bersamaan.

Maka dari itu, Kementerian PUPR berinisiatif membangun jalan bypass tersebut sehingga nantinya tidak mengganggu kegiatan masyarakat setempat dan lalu lintas orang-orang yang terlibat dalam perhelatan MotoGP pun bisa berjalan lancar.

“Tadinya bisa lewat jalan strategis nasional, tapi sudah banyak permukiman. Di sana ada Kampung Sade, pertokoan, dan lain-lain. Orang kalau ke MotoGP harus on time. Jadi kami pikirkan jalan pintas bypass itu,” jelas Hadi.

Dia menambahkan, anggaran yang disiapkan untuk pembangunan jalan itu sekitar Rp 1,2 triliun, sedangkan untuk pembebasan lahannya lebih kurang Rp 120 miliar.

Saat ini sedang dilakukan studi kelayakan mengenai jalur jalan yang akan dilintasi dan diharapkan selesai dalam 5 sampai 6 bulan ke depan. Setelah itu dilakukan pembebasan lahan dan dilanjutkan dengan konstruksi jalan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X