Ciputra Incar Rp 750 Miliar dari Tiga Proyek Unggulan

Kompas.com - 14/03/2019, 22:24 WIB
Ilustrasi.shutterstock Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com – Tahun 2019, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menargetkan penjualan senilai Rp 750 miliar yang berpotensi diperoleh dari tiga proyek unggulan.

Ketiga proyek tersebut adalah perumahan yang berlokasi di Puri, Jakarta Barat, seluas 18,2 hektar, apartemen di Ciracas, Jakarta Timur, dan perumahan di Sentul, Bogor.

Untuk proyek perumahan di Puri, CTRA membanderol per unitnya dengan harga Rp 900 juta sampai Rp 2 miliar per unit. CTRA berharap bisa meraup penjualan Rp 300 miliar dari proyek ini.

Kemudian, apartemen di Ciracas yang dikembangkan di atas lahan seluas 7 hektar. Harga jualnya dipatok antara Rp 320 juta sampai Rp 800 juta per unit. Angka penjualan yang ditargetkan dari proyek ini senilai Rp 250 miliar.

Berikutnya, proyek perumahan skala kota di Sentul, Bogor. Tahap pertama yang dibangun  seluas 38 hektar dari total luas lahan 1.000 hektar.

Baca juga: 2019, Ciputra dan Keluarga Cendana Kembangkan 1.000 Hektar Hunian

Harga per unit sekitar Rp 600 juta hingga Rp 1,6 miliar, dan diharapkan perusahaan bisa meraih total niali penjualan sebesar Rp 200 miliar.

“Disebut unggulan karena itu proyek baru pada tahun ini. Jadi dua proyek rumah tapak dan satu apartemen. Sekarang lagi persiapan, rencana launching semester kedua atau kuartal keempat 2019,” ujar Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Ciputra Development Tbk Tulus Santoso kepada Kompas.com, Kamis (14/3/2019).

Dia menambahkan, pengembangan ketiga proyek itu merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mencapai target total penjualan tahun 2019 sejumlah Rp 6,1 triliun.

Sementara itu, untuk belanja modal tahun ini, Ciputra mengalokasikan Rp 1,2 triliun yang akan digunakan untuk tiga proyek pusat perbelanjaan baru. Dua di antaranya berada di Surabaya, sedangkan satu proyek lagi di Tangerang.

Saat ditanya tentang optimisme menghadapi tahun politik ini, Tulus mengharapkan Pemilihan Presiden 2019 berjalan aman dan lancar.

Dia mengaku akan menunggu perkembangan kondisi politik Tanah Air setelah Pilpres nanti untuk menerapkan strategi bisnis.

“Kami masih wait and see, nanti lihat perkembangannya dulu,” pungkasnya.



Close Ads X