Jayaboard Gelar Kompetisi Desain 2019

Kompas.com - 14/03/2019, 20:13 WIB
USG Boral Indonesia Jayaboard perkenalkan inovasi terbaru EasyFinish System, solusi pembuatan dinding hemat waktu, tenaga, biaya, dan ramah lingkungan.Hilda B Alexander/Kompas.com USG Boral Indonesia Jayaboard perkenalkan inovasi terbaru EasyFinish System, solusi pembuatan dinding hemat waktu, tenaga, biaya, dan ramah lingkungan.

JAKARTA, KOMPAS.com - USG Boral Indonesia Jayaboard kembali menggelar kompetisi desain bertajuk "Jayaboard Design Competition" 2019.

Penyelenggaraan kompetisi ini sebagai salah satu upaya memperkuat peran dan kontribusi perusahaan di bidang pengembangan inovasi, dan pertumbuhan industri konstruksi berkelanjutan.

"Jayaboard Design Competition" merupakan ajang perlombaan yang digelar setiap tahun. Untuk tahun ini, diikuti oleh lebih dari 300 arsitek yang berasal dari kalangan profesional, dan mahasiswa.

"Tema tahun ini adalah 'Bangunan dan Lingkungan Tanggap Bencana'," kata Presiden Direktur USG Boral Indonesia Jayaboard Andi Chandra, menjawab Kompas.com, di Jakarta (14/3/2019).

Karya-karya para arsitek dan mahasiswa tersebut akan dinilai oleh dewan juri yang merupakan founder sekaligus principal architect dari Urbane Indonesia.

Sebanyak 25 karya terbaik akan dibukukan dan hasil penjualannya dialokasikan untuk tujuan amal. 

Tumbuh 15 persen

Dalam kesempatan yang sama, Andi optimistis Jayaboard dapat meraup pertumbuhan hingga 15 persen pada tahun ini.

Sebagai pionir papan gipsum di Indonesia, sambung Andi, Jayaboard saat ini menguasai 40 persen market share.

"Properti memang sedang lesu, namun kami proyeksikan setelah Pilpres 2019, bisnis akan kembali pulih, dan permintaan meningkat kembali. Baik pasar ritel maupun proyek business to business (B2B)," ujar Andi.

Baca juga: Wahai Para Arsitek, Ikuti Kompetisi Desain Resor dan Hotel Jayaboard

Andi mengakui, produksi papan gipsum telah melebihi kapasitas (over capacity) seiring lemahnya permintaan pasar.

Karena itu, nyaris separuh atau 50 persen dari produk-produk Jayaboard dialihkan ke pasar luar negeri.

"Tak bisa dimungkiri, demand belum pulih. Jadi kami putuskan untuk mengekspornya ke mancanegara," kata Andi.

Namun demikian, untuk mempertahankan eksistensi bisnis papan gipsum di Indonesia, Jayaboard terus melakukan inovasi.

Terbaru adalah pengembangan sistem EasyFinish. Hal ini sekaligus untuk mendukung target pertumbuhan berkelanjutan pada tahun ini dan masa mendatang.

 




Close Ads X