Ada Situs Purbakala di Tol Pandaan, BPJT Tunggu Rekomendasi BPCB

Kompas.com - 14/03/2019, 08:38 WIB
Meski penemuan situs berada di lokasi proyek, namun lokasi itu bukan di main road. Dok. PT Jasamarga Pandaan-MalangMeski penemuan situs berada di lokasi proyek, namun lokasi itu bukan di main road.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pekerjaan konstruksi Tol Pandaan-Malang dihentikan sementara, setelah ditemukannya struktur bangunan tua di KM 37+700.

Menurut Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit, pihaknya masih menunggu rekomendasi dari badan pelestarian cagar budaya (BPCB) apakah pekerjaan dapat tetap dilanjutkan atau tidak.

"Kami menunggu rekomendasi dari mereka, mana yang bisa, mana yang boleh, mana yang enggak. Tapi secara prinsip konstruksi jalan terus," kata Danang saat dijumpai di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Ia menilai, proses pemberian rekomendasi tidak akan berjalan lama. Untuk sementara waktu, kontraktor dapat tetap melaksanakan pekerjaan pada titik lain yang sudah berjalan.

"Menunggu rekomendasi provinsi. 1-2 hari ini bisa keluar rekomendasinya apakah mau terus, apakah itu situs yang dinilai sangat berharga atau tidak, nah itu baru dari mereka," ucap Danang.

Baca juga: Konstruksi Jalan Tol Pandaan-Malang Dihentikan Sementara

Sebelumnya, Direktur PT Jasamarga Pandaan Malang Agus Purnomo mengatakan, penemuan situs tersebut tidak berada di jalan utama. Melainkan berada di area right of way atau sekitar 15 meter dari jalan utama.

"Dengan adanya tumpukan batu merah tersebut, pekerjaan di lokasi tersebut kami hentikan sementara. Lokasi temuan tersebut sudah diamankan dengan garis polisi. Di samping itu, di lokasi tersebut sedang ada pekerjaan galian tanah untuk badan jalan main road," ucap Agus dalam keterangan tertulis.

Secara keseluruhan, penyelesaian pembangunan diharapkan masih sesuai target, yakni pada triwulan I-2019.

Agus menambahkan, pihaknya menerima laporan temuan tersebut pada Rabu (6/3/2019). Menurutnya, di lokasi penemuan terdapat tumpukan atau tatanan bata merah yang berada 1 meter di atas permukaan tanah.

Kendati demikian, Agus mengatakan pihaknya belum bisa memastikan lokasi tersebut merupakan situs purbakala.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X