2019, Pemerintah Gunakan Aspal Karet untuk 93,66 Kilometer Jalan

Kompas.com - 12/03/2019, 07:28 WIB
Kementerian PUPR melalui Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan (Pusjatan), Balitbang telah mengembangkan 3 teknologi aspal karet. Dok. Kementerian PUPRKementerian PUPR melalui Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan (Pusjatan), Balitbang telah mengembangkan 3 teknologi aspal karet.

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga karet mengalami penurunan menjadi sekitar Rp 5.000 per kilogram. Untuk meningkatkan harga, pemerintah memperluas penggunaan karet dengan menjadi bahan campuran aspal atau yang lebih dikenal dengan aspal karet.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (11/3/2019), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan akan memperluas penggunaan aspal karet dalam penanganan jalan nasional.

Aspal karet memiliki tingkat perkerasan lebih baik, tidak mudah meninggalkan jejak roda pada saat aspal basah, dan daya tahan lebih tinggi dibanding aspal biasa,” kata Basuki.

Pada 2019 ditargetkan penggunaan aspal karet akan diterapkan pada sekitar 93,66 kilometer dengan konsumsi mencapai 2.542 ton. Dok. Kemeterian PUPR Pada 2019 ditargetkan penggunaan aspal karet akan diterapkan pada sekitar 93,66 kilometer dengan konsumsi mencapai 2.542 ton.
Kementerian PUPR melalui Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan (Pusjatan), Balitbang telah mengembangkan 3 teknologi aspal karet yakni, aspal karet alam cair (Lateks), aspal karet alam padat (Masterbatch) dan aspal serbuk alam teraktivasi (Askat).

Ketiga jenis aspal karet tersebut telah diuji coba di ruas Jalan Ciawi-Sukabumi yang menggunakan lateks, aspal masterbatch pada ruas Jalan Bogor-Parung, dan ruas Jalan Batas Karawang-Batas Cikampek menggunakan askat.

Uji coba juga dilakukan di Sumatera Selatan pada 2018 yakni di ruas Jalan Muara Beliti-Tebing Tinggi-Lahat sepanjang 4,37 kilometer dari total panjang 183 kilometer, dengan anggaran Rp 30,55 miliar.

penggunaan karet dalam campuran aspal diperkirakan sebesar 7 persen.Dok. Kementerian PUPR penggunaan karet dalam campuran aspal diperkirakan sebesar 7 persen.
Basuki menambahkan, pada 2019 ditargetkan penggunaan aspal karet akan diterapkan pada sekitar 93,66 kilometer dengan konsumsi mencapai 2.542 ton.

Penggunaan karet dalam campuran aspal diperkirakan sebesar 7 persen. Dengan ini, maka jumlah karet yang terserap mencapai 177,95 ton.

Untuk itu, Kementerian PUPR memprogramkan pembelian bahan olahan karet rakyat (Bokar) di antaranya di Palembang, Jambi, dan Lampung.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X