Arata Isozaki, Peraih "Pritzker Prize" yang Menolak Kategorisasi

Kompas.com - 07/03/2019, 15:00 WIB
Qatar National Convention Center Hisao SuzukiQatar National Convention Center

Karya pertamanya adalah bangunan-bangunan lokal di sekitar tempat ia tinggal. Setelah itu, dia mulai merancang beberapa bangunan di berbagai kota lainnya seperti Gunma, Osaka, hingga Tokyo.

Beberapa karya memorialnya di Jepang antara lain Oita Prefectural Library (1962-1966), Expo '70 Festival Plaza (1966-1970), The Museum of Art di Fukuoka (1972-1972).

Setelah itu Isozaki mulai menapaki karir di dunia internasional. Hasil rancangannya di luar Jepang pun mulai menarik perhatian.

Rancangan pertamanya adalah Museum of Contemporary Art di Los Angeles (1981-1986) yang terinsprasi dari bangunan dengan material bata pasir merah di India.

Mengutip situs Pritzer Prize, karya lainnya antara lain Palau Sant Jordi di Barcelona (1983-1990), Team Disney Building (1987-1990), Shenzhen Cultural Center (1998-2007), dan Pala Alpitour (2002-2005).

Dia juga merupakan orang di balik rancangan Allianz Tower Milan (2003-2014), Qatar National Convention Center (2004-2011), Shanghai Symphony Hall (2008-2014), dan Hunan Provincial Museum (2011-2017).

Isozaki kini tinggal di Okinawa dan menjalankan biro arsiteknya di China, Italia, dan Spanyol. Dia juga mengajar di Columbia University, Harvard University, dan Yale University.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X