Lebaran 2019, Pemudik Bisa Lewat Tol Trans-Sumatera

Kompas.com - 06/03/2019, 14:08 WIB
Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Bintang Perbowo WISNU NUGROHO/Kompas.comDirektur Utama PT Hutama Karya (Persero) Bintang Perbowo

"Selain itu ada integrasi di pelabuhan pantai barat dan timur, sehingga memudahkan arus barang dan jasa," imbuh Putut.

Lebih jauh, bila dilihat dari pola jalannya, maka Tol Trans-Sumatera ini menyerupai 'sirip ikan'. Artinya, jalan utama yang berada di tengah akan menjadi tulang punggung utama, sementara pecahan dari jalan-jalan tersebut akan menjadi jalur penghubung antar wilayah.

"Ini akan menimbulkan titik baru, titik pertemuan baru antara akses ini yang akan membawa suatu pertumbuhan daerah baru, di mana daerah baru tersebut akan berubah cara pengembangannya," ucap Putut.

Saat ini, Pulau Sumatera memiliki jaringan perkotaan yang terdiri atas sembilan kota dengan kategori Pusat Kegiatan Nasional, 57 kota dengan kategori Pusat Kegiatan Wilayah, dan empat kota dengan kategori Pusat Kegiatan Strategis Nasional.

"Nantinya, pengembangan tidak lagi berdasarkan kota tapi klastering, sehingga memunculkan enam klaster kota. Klaster itu akan menghubungkan sentra kawasan yang akan meningkatkan efisiensi pergerakkan barang dan jasa," tutup Putut.

 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X