Bangun Akses Pengembangan Kawasan, MMS Incar "Revenue" Rp 1,2 Triliun

Kompas.com - 24/02/2019, 10:00 WIB
Pekerjaan penambahan kapasitas Tol Tangerang-Merak segmen Cikupa-Balaraja.Astra Tol Tangerang-Merak Pekerjaan penambahan kapasitas Tol Tangerang-Merak segmen Cikupa-Balaraja.

JAKARTA, KOMPAS.com - Astra Infra Toll Road melalui anak usahanya PT Marga Mandalasakti (MMS), mengincar pendapatan atau revenue tahun ini tumbuh 5 persen hingga 10 persen menjadi Rp 1,2 triliun.

Tahun 2018 lalu, MMS mampu membukukan pendapatan sekitar Rp 1,06 triliun yang seluruhnya didapat dari transaksi tol ruas Tangerang-Merak.

Presiden Direktur MMS Krist Ade Sudiyono mengungkapkan hal itu kepada Kompas.com, saat Tur Inspirasi Tol Trans-Jawa, Minggu (24/2/2019).

"Pendapatan tersebut di luar penyewaan rest area  atau tempat istirahat yang nilainya masih belum kami hitung karena kontribusinya belum signifikan," ujar Krist.

Selain dari transaksi tol eksisting, target pertumbuhan pendapatan tersebut diharapkan berasal dari dua proyek berupa aksesibilitas pengembangan wilayah hasil kolaborasi dengan para pengembang properti.

Baca juga: Astra Infra Gelar Tur Inspirasi Tol Trans-Jawa 2019

Kedua proyek tersebut adalah akses pengembangan wilayah Svarna Residence 1.000 hektar yang dikerjasamakan dengan PT Alam Sutera Realty Tbk, dan akses menuju kawasan industri seluas 600 hektar di Cilegon Timur yang berkolaborasi dengan Wilmar Group.

"Untuk akses Svarna Residence yang berupa simpang susun Cikupa, izin dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sudah terbit sejak beberapa tahun lalu. Tahun ini sudah mulai konstruksi. Dijadwalkan operasional akhir tahun," kata Krist.

Sementara proyek akses simpang susun menuju kawasan industri di Cilegon Timur progresnya sudah dalam tahap penyusunan detail engineering design (DED).

Menyusul kemudian proses perizinan yang sedang disusun dan kemudian diajukan ke BUJT. 

Ada pun kerja sama pengembangan kawasan lainnya adalah dengan PT Intiland Developmebt Tbk yang akan direalisasikan tahun depan. Akses yang akan dibangun, menuju ke perumahan Aeropolis di kawasan Cengkareng.

Di luar proyek-proyek tersebut, lanjut Krist, MMS akan menyelesaikan pembangunan simpang susun Balaraja Timur menuju Merak dan arah sebaliknya tahun 2019. Proyek ini diketahui menelan investasi Rp 300 miliar.

Kemudian pekerjaan pelebaran akses, dan penambahan lajur Tol Tangerang-Merak pada ramp entrance menuju Merak dari arah Pasar Kemis dan Kedaton. Demikian halnya dengan ramp entrance menuju Jakarta.

Guna merealisasikan seluruh pekerjaan dan rencana proyek tersebut MMS mengalokasikan dana belanja modal sebesar Rp 2 triliun.

LHR

Untuk diketahui, saat ini lalu lintas harian rata-rata (LHR) tol sepanjang 72,45 kilometer ini sebanyak 176.000 kendaraan.

Kendaraan Golongan I masih mendominasi sebesar 80 persen, sementara kendaraan logistik Golongan II-V sebear 20 persen.

"Kendati demikian, untuk kendaraan logistik terdapat pertumbuhan 7,5 persen," imbuh Krist.





Close Ads X