Ditjen Bina Marga Terapkan "IoT" Percepat Proyek Jalan dan Jembatan

Kompas.com - 21/02/2019, 14:30 WIB
Ilustrasi internet of things. THINKSTOCKSIlustrasi internet of things.

Penerapan IoT dalam penyelenggaraan jaringan jalan berawal dari perencanaan dan pemrograman dengan memanfaatkansistem SiTIA dan IRMS V.3, kemudian dilanjutkan ke survei dan desain.

Proses ini memanfaatkan Sistem Informasi Investigasi Tanah baru setelah itu menuju ke proses akuisisi tanah dengan menggunakan Sistem Informasi dan Monitoring Pengadaan tanah jakan tol.

Baca juga: Pemerintah Optimistis Target 4.119 Kilometer Jalan Tercapai Tahun Ini

Setelah semua proses tersebut dilalui, selanjutnya baru dimulai proses konstruksi. Untuk ini nantinya bisa memanfaatkan Sistem Pengawasan Pekerjaan Konstruksi yang masih dalam tahap pembuatan di tahun 2019.

Lalu proses berlanjut ke pengoperasian dan pemeliharaan. Dalam proses ini ada beberapa alat bantu yang dapat dimanfaatkan yakni aplikasi jalan kita (JAKI) yang dapat memfasilitasi partisipasi masyarakat pengguna jalan dalam memberikan informasi terkait kondisi jalan dan jembatan di Indonesia.

Kemudian ada Inslop untuk inventarisasi dan inspeksi lereng dan Invi J yang berguna untuk inspeksi visual jembatan.

Lebih lanjut, ada aplikasi WIM Bridge sebagai salah satu alat bantu pengukuran beban kendaraan.

Dan terakhir ada Plato yang berguna untuk mendeteksi dan mengklasifikasi kendaraan sesuai dengan kategori yang dibutuhkan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X