Rahasia Kementerian PUPR Sabet Penghargaan Pengelola Anggaran Terbaik

Kompas.com - 20/02/2019, 23:03 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, dalam Malam Orasi Penerima Anugerah Hamengku Buwono IX dalam rangka Dies Natalis ke-69 UGM (19/12/2018). Dok. UGMMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, dalam Malam Orasi Penerima Anugerah Hamengku Buwono IX dalam rangka Dies Natalis ke-69 UGM (19/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian PUPR menyabet peringkat ketiga kementerian/lembaga dengan kinerja penyerapan anggaran terbaik untuk tahun anggaran 2018.

Kementerian yang dipimpin Basuki Hadimuljono ini hanya kalah dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan yang berada di peringkat pertama dan kedua.

Inspektur Jenderal Kementerian PUPR Widiarto mengatakan, lelang dini proyek infrastruktur menjadi kunci keberhasilan proses penyerapan anggaran dapat berjalan dengan baik.

Pada tahun 2019, Kementerian PUPR mendapatkan alokasi sebesar Rp 110,73 triliun dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019. Sebanyak 84 persen di antaranya atau sekitar Rp 93 triliun digunakan untuk belanja modal.

"Itu katakanlah ini 2019, lelang sudah dimulai Oktober 2018. Nanti kontraknya setelah DIPA terbit 1 Januari kontrak," kata Widiarto di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Baca juga: Kementerian PUPR Raih Peringkat Ketiga Pengelolaan Anggaran

Selain lelang dini, ia menambahkan, ada beberapa proyek skala besar yang memang dirancang untuk digarap secara tahun jamak atau multiyears.

Dengan sistem tersebut, Kementerian PUPR dapat langsung bekerja tanpa harus menunggu anggaran cair.

"Jadi Januari kita tidak menunggu anggaran tapi kerja terus, dan ada penyerapan anggaran," imbuh Widiarto.

Terminal baru Bandara Ahmad Yani, Semarang, Kamis (19/7/2018).KOMPAS.com / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Terminal baru Bandara Ahmad Yani, Semarang, Kamis (19/7/2018).
Widiarto menambahkan, dalam mempercepat pembangunan proyek infrastruktur, ada enam hal yang selalu ditekankan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, yaitu regulasi dan hukum, sumber daya manusia, dan pendanaan yang inovatif.

Kemudian, kepemimpinan, penerapan hasil riset dan teknologi, serta kelembagaan.

Selain itu, Kementerian PUPR juga berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain yang memiliki proyek saling bersinggungan.

Misalnya, Kementerian Perhubungan berencana membangun pelabuhan atau bandara, maka Kementerian PUPR akan menyiapkan akses jalannya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X