Setelah Lebaran, Rusunami DP 0 Rupiah Diserahkan ke Konsumen

Kompas.com - 20/02/2019, 18:16 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan program DP 0 Rupiah di proyek Rusunami Klapa Village, Jakarta Timur, Jumat (12/10/2018).Kompas.com/DANI PRABOWO Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan program DP 0 Rupiah di proyek Rusunami Klapa Village, Jakarta Timur, Jumat (12/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan pembangunan proyek rumah susun sederhana milik ( Rusunami) dengan uang muka atau down payment (DP) 0 Rupiah di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, rampung tepat waktu.

Serah terima unit kepada konsumen ditargetkan pertengahan tahun ini atau Juli, setelah Lebaran 2019. Saat ini, Pemprov masih menyeleksi keluarga yang berhak menerima rusun ini.

"Juli (akan kita serah terimakan)," ungkap Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan menjawab pertanyaan Kompas.com, Rabu (20/2/2019).

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, saat ini pendaftar yang berminat mengikuti program itu mencapai 2.481 keluarga. Sementara, unit rusun DP 0 Rupiah yang sedang dibangun jumlahnya hanya 780 unit.

Baca juga: Membandingkan Cicilan Program DP 0 Anies dan DP 1 Persen Jokowi

Menurut Yoory, saat ini progres konstruksi sudah lebih dari 50 persen. Topping off proyek ini pun telah dilakukan beberapa waktu lalu.

"Sekarang sudah finishing, sudang pasang precast dinding sudah sampai lantai 17. Jadi kemungkinan Juli serah terima," tambah Yoory.

Rusunami Klapa Village dirancang dalam enam tipe. Pertama tipe studio yang berukuran 21 meter persegi dengan harga per unit Rp 184 juta.

Besar cicilan setiap bulan Rp 1,9 juta untuk jangka waktu 10 tahun, Rp 1,4 juta per bulan untuk jangka 15 tahun, dan Rp 1,17 juta per bulan untuk cicilan 20 tahun.

Kemudian tipe studio berukuran 22,25 meter persegi harga unitnya Rp 195,8 juta. Untuk jangka waktu cicilan 10 tahun akan dikenakan biaya Rp 2 juta setiap bulan, jangka 15 tahun Rp 1,49 juta per bulan, dan masa cicilan 20 tahun sebesar Rp 1,24 juta per bulan.

Untuk unit satu kamar atau luas 23,95 meter persegi harganya Rp 210,7 juta. Cicilan selama 10 tahun setiap bulan sebesar Rp 2,1 juta, selama 15 tahun dikenakan biaya cicilan Rp 1,61 juta per bulan, dan tenor 20 tahun cicilan Rp 1,3 juta per bulan.

Selanjutnya, tipe satu kamar dengan luas 24,25 meter persegi harganya Rp 213,4 juta. Untuk cicilan selama 10 tahun yaitu Rp 2,2 juta setiap bulan, untuk 15 tahun sebesar Rp 1,63 juta per bulan, dan 20 tahun cicilannya Rp 1,35 juta per bulan.

Kemudian, unit dengan dua kamar seluas 34,65 meter persegi harganya Rp 335,4 juta. Cicilan Rp 3,4 per bulan untuk masa cicilan 10 tahun, Rp 2,5 juta per bulan untuk masa 15 tahun, dan Rp 2,12 juta per bulan untuk masa 20 tahun.

Sedangkan, tipe paling luas dengan dua kamar seluas 35,3 meter persegi harganya Rp 341,7 juta. Cicilan untuk masa 10 tahun per bulan dikenakan Rp 3,5 juta, masa 15 tahun sebesar Rp 2,6 juta per bulan, dan 20 tahun sebesar Rp 2,16 juta per bulan.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X