Kompas.com - 17/02/2019, 21:11 WIB
Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto memberikan penjelasan saat debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGCalon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto memberikan penjelasan saat debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan infrastruktur haruslah melibatkan rakyat sebagai pengguna hasil pembangunan itu.

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengungkapkan hal itu saat debat kedua Pilpres di Hotel Sultan, Jakarta (17/2/2019) malam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya kira esensi dari pada pendekatan kita bahwa tadi saya katakan infrastruktur harus untuk rakyat," kata Prabowo.

Selain itu, ia menambahkan, pembangunan infrastruktur juga harus menghitung nilai-nilai keekonomian dan dampak terhadap lingkungan hidup. Demikian halnya, pembangunan infrastruktur juga harus memperhitungkan dampak sosial.

Baca juga: Debat Infrastruktur, Kunci Kemenangan Capres 2019?

"Untuk itu, saya melihat bahwa masalah cost of money atau pun biaya uang untuk kita bangun, sehingga saya kira sekarang banyak kita hutang komersial untuk bangun infrastruktur, ini nanti berdampak kepada efisiensi infrastruktur tersebut," tutur Prabowo.

Lebih jauh, Prabowo menuturkan, pemerintah juga harus menganggarkan biaya untuk ganti rugi kepada masyarakat yang tanahnya diambil untuk pembangunan infrastruktur.

Paling tidak, mereka yang terkena dampak pembangunan, harus mendapatkan kehidupan pengganti. Negara tidak boleh mengabaikan tanah masyarakat diambil tanpa adanya ganti rugi.

Menurut dia, pendekatan kerakyatan dalam pembangunan infrastruktur sangat penting, tapi tentunya infrastruktur harus berorientasi pada kepentingan yang lebih besar.

"Untuk tingkatkan produksi dan kompetitif kita, sehingga kita bisa menghasilan nilai-nilai tambah dari segi ekonomi kita. Bukan menjadi beban kepada masyarakat," ujarnya.

"Bagaimanapun membayar kembali utang-utang tersebut adalah beban ekonomi kita," tandas Prabowo.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Visi Misi Capres-Cawapres Bidang Infastruktur

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.