"Kado Valentine" Itu Urung Diberikan Jasa Marga

Kompas.com - 14/02/2019, 09:03 WIB
Petugas gardu Jasa Marga sedang melayani pengemudi untuk membayar tol. Dokumentasi Jasa MargaPetugas gardu Jasa Marga sedang melayani pengemudi untuk membayar tol.

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Jasa Marga (Persero) Tbk batal memberikan "kado Valentine" bagi masyarakat. Sedianya, tarif Tol Prof Dr Ir Sedyatmo atau lebih dikenal sebagai Tol Bandara Soekarno-Hatta naik pada Kamis (14/2/2019).

Informasi rencana kenaikan ruas tol ini sebelumnya disampaikan Direktur Operasi II Jasa Marga Subakti Syukur dan anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Koentjahjo Pamboedi di Kantor Jasa Marga, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Saat itu, Subakti menyebut, sudah ada Keputusan Menteri PU Nomor 121/KPTS/M/2019 tertanggal 6 Februari 2019 tentang Penyesuaian Tarif Tol tersebut.

Baca juga: Kado Valentine dari Jasa Marga, Tarif Tol Bandara Naik

Merujuk surat itu, sedianya kenaikan tarif ruas Tol Bandara efektif berlaku pada pukul 00.00.

"Jadi memang penggolongannya tetap lima, tapi kalau lihat penyesuaian yang ada, yaitu keputusan menteri menjadi Golongan I Rp 7.500, Golongan II Rp 10.000, Golongan III Rp 10.000, dan Golongan IV dan V turun," kata Subakti.

Koentjahjo menjelaskan, sebelum keputusan kenaikan tarif diteken, Jasa Marga harus memenuhi standar pelayanan minimum (SPM) yang menjadi syarat kenaikan.

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang melintang di atas KM 29+000 Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Soedijatmo (Jalan Tol Bandara).DOK. PT JASA MARGA Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang melintang di atas KM 29+000 Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Soedijatmo (Jalan Tol Bandara).
Merujuk laman BPJT, ada delapan item SPM yang diatur dan harus dicapai setiap Badan Usaha Jalan Tol sebelum mengajukan permohonan kenaikan tarif.

Mulai dari kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas, keselamatan, unit pertolongan atau penyelematan dan bantuan pelayanan, lingkungan, hingga tempat istirahat. Masing-masing item memiliki sub item yang berbeda-beda yang juga harus dipenuhi.

Baca juga: Rincian Tarif Baru Tol Bandara, Berlaku 14 Februari

"Karena SPM-nya harus dilakukan perbaikan-perbaikan, sedianya dua tahun yang lalu itu Oktober 2016 (sudah naik), seharusnya Oktober 2018 (kembali naik) itu menjadi hak operator Sedyatmo untuk dapat penyesuaian tarif. Namun, setelah perbaikan SPM baru bisa kami realisasikan pada 6 Februari 2019," ujarnya.

Sejauh ini, perbaikan SPM yang telah dilakukan Jasa Marga meliputi aspek layanan transaksi, layanan lalu lintas, dan layanan konstruksi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X