Diakuisisi Semen Indonesia, Holcim Ganti Nama - Kompas.com

Diakuisisi Semen Indonesia, Holcim Ganti Nama

Kompas.com - 12/02/2019, 06:39 WIB
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Holcim Indonesia Tbk, Senin (11/2/2019).PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Holcim Indonesia Tbk, Senin (11/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa ( RUPSLB) PT Holcim Indonesia Tbk memutuskan perubahan nama perusahaan menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.

Pergantian nama itu dilakukan setelah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui anak perusahaannya, PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB), mengakuisisi mayoritas saham Holcim Indonesia, yaitu 80,65 persen.

Dengan begitu, nama Holcim atau Lafarge sebagai merek global yang masih dimiliki oleh LafargeHolcim Group sudah tidak bisa digunakan lagi.

“Oleh karena itu, perubahan nama perusahaan perlu dilakukan.  Kami yakin bahwa dengan nama baru, perusahaan kami tetap mampu memberikan pelayanan serta solusi bernilai tambah bagi kebutuhan pelanggan kami,” ujar Direktur PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Agung Wiharto dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin (11/2/2019).

Selain itu, dua anak perusahaan juga berganti nama. yaitu PT Holcim Beton berubah nama menjadi PT Solusi Bangun Beton, sedangkan PT Lafarge Cement Indonesia berganti menjadi PT Solusi Bangun Andalas.

Seiring dengan pergantian nama tersebut, perubahan juga terjadi dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) perusahaan. Meski demikian, tidak disebutkan perubahan seperti apa dalam anggaran tesebut.

“Sama seperti perubahan nama entitas, perusahaan ingin bergerak lebih cepat dalam mengantisipasi perubahan dan dinamika bisnis yang ada,” ucap Agung.

RUPSLB itu juga memutuskan pergantian dewan komisaris, dengan menunjuk Fadjar Judisiawan sebagai Presiden Komisaris, Adi Munandir sebagai Komisaris, dan Noriega Malave Francisco sebagai Komisaris Independen.

Di samping itu, ada pula pergantian direksi dan menunjuk Aulia Mulki Oemar sebagai Presiden Direktur, Agung Wiharto sebagai Direktur, dan Lilik Unggul Raharjo sebagai Direktur Independen.



Close Ads X