Proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi Terganjal Penentuan Lokasi

Kompas.com - 11/02/2019, 20:01 WIB
Foto udara bakal lokasi proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (6/6/2018). Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi direncanakan terbagi menjadi tiga seksi yaitu meliputi Seksi I Probolinggo-Besuki (46,1 km), Seksi II Besuki-Curahkalak (59,5 km), dan Seksi III Curahkalak-Ketapang (66,4 km) dan ditargetkan selesai akhir tahun 2019.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Foto udara bakal lokasi proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (6/6/2018). Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi direncanakan terbagi menjadi tiga seksi yaitu meliputi Seksi I Probolinggo-Besuki (46,1 km), Seksi II Besuki-Curahkalak (59,5 km), dan Seksi III Curahkalak-Ketapang (66,4 km) dan ditargetkan selesai akhir tahun 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menemui kendala dalam penentuan lokasi proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pihaknya masih mengkaji jalur yang akan dilalui Tol Probowangi.

Sebab, jalur yang sudah ditentukan sebelumnya ternyata melewati daerah milik TNI Angkatan Laut, khususnya tempat untuk latihan tentara marinir.

"Di sana kan ada tempat latihannya marinir, jadi sedang kami cari rutenya. Awalnya melalui kawasan latihan Baluran itu bisa. Itu yang paling optimum," ujar Basuki di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Basuki akan melakukan koordinasi dengan TNI AL untuk membahas rute terbaik, termasuk juga apakah bisa melalui jalur yang sama atau mengatur jadwal latihan marinir. Dengan begitu, pembangunan Tol Probolinggo-Banyuwangi bisa diteruskan.

Baca juga: Operasionalisasi Tol Paspro Tak Perlu Tunggu Peresmian

Dia menambahkan, ada alternatif jalur lain yang posisinya berada di sebelah selatan, tetapi harus membuat terowongan sehingga membutuhkan biaya yang lebih besar.

"Ada rute yang kedua agak ke selatan, tapi bikin terowongan, jadinya lebih mahal. Yang ketiga juga ke selatan lagi, ada terowongan juga. Ini yang sedang kami evaluasi mana yang paling optimum," ucap Basuki.

Untuk diketahui, Tol Probowangi akan menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia jika nantinya sudah dibangun.

Tol ini dirancang sepanjang 172,90 kilometer, lebih panjang 56,15 kilometer dari Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang terbentang 116,75 kilometer.

Tol Probowangi merupakan titik akhir dari jaringan Tol Trans-Jawa dan akan menghubungkan empat kabupaten, yakni Probolinggo, Situbondo, Jember, dan Banyuwangi.

Pembangunan proyek ini terdiri dari tiga seksi, yaitu Seksi I Probolinggo-Besuki (46,5 kilometer), Seksi II Besuki-Asembagus (59,6 kilometer), dan Seksi III Asembagus-Ketapang (66,8 kilometer).




Close Ads X