Lokasi untuk Relokasi Korban Tsunami Selat Sunda Belum Diputuskan

Kompas.com - 09/02/2019, 11:00 WIB
Pantauan udara daerah pesisir Banten terdampak tsunami dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik Maskapai Susi Air, Senin (24/12/2018)KOMPAS.com/Rakhmat Nur Hakim Pantauan udara daerah pesisir Banten terdampak tsunami dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik Maskapai Susi Air, Senin (24/12/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga kini, pemerintah belum memutuskan lokasi untuk relokasi warga yang terkena dampak gempa dan tsunami Banten dan Lampung.

Namun, untuk rencana relokasi warga di Banten, dipastikan letaknya berada di kawasan Kabupaten Pandeglang.

"Kami mesti tanya orangnya dulu, tapi ada tujuh alternatif di sekitar Pandeglang, asal jangan terlalu jauh," kata Direktur Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah (PPRPT) Kementerian ATR/BPN Budi Situmorang di Jakarta, beberapa hari lalu.

Untuk relokasi tersebut, pemerintah akan menyiapkan lahan minimal empat hektar dan maksimum sepuluh hektar.

Baca juga: Relokasi, Cara Pemerintah Tangani Tsunami Banten dan Lampung

Relokasi hanya ditujukan bagi warga yang terkena dampak bencana dan bukan untuk pengelola wisata seperti perhotelan atau cottage.

"Untuk Lampung selatan belum tahu, karena yang kena di ujung. Akses ke situ mesti lewat laut," kata Budi.

Bencana yang terjadi akhir Desember 2018 lalu itu menyebabkan 429 orang meninggal dunia.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, tak kurang dari 33.721 jiwa mengungsi.  Jumlah terbesar pengungsi berada di Kabupaten Pandeglang sebanyak 22.111 orang.

Selain itu, terdapat 14.059 yang mengalami luka-luka. BNPB juga mencatat sebanyak 2.752 rumah, 92 penginapan dan warung, 510 perahu dan kapal, serta 147 kendaraan rusak.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X