Pengamat: Tenaga Ahli Kurang, Dua Jalan Tol Rusak Sebelum Usia Sebulan

Kompas.com - 04/02/2019, 22:37 WIB
Kondisi Jalan Tol Pemalang-Batang Km 321 jalur A setelah diperbaiki.
Waskita Toll RoadKondisi Jalan Tol Pemalang-Batang Km 321 jalur A setelah diperbaiki.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengamat infrastruktur dari Universitas Indonesia Wicaksono Adi mengatakan, kerusakan yang terjadi di sejumlah proyek infrastruktur diakibatkan antara lain kurangnya tenaga ahli.

Contoh kerusakan yang terjadi baru-baru ini yaitu di Tol Pemalang-Batang. Di jalan benqs hambatan ini terjadi keretakan di Km 321 jalur A atau jalur menuju Kabupaten Batang.

Selain itu, talud ambrol di pinggir Tol Salatiga-Kartasura. Kedua kerusakan tersebut terjadi pada waktu yang hampir bersamaan, pertengahan Desember 2018.

Wicaksono menjelaskan, terdapat dua jenis pekerjaan infrastruktur yaitu operator atau pengawas lapangan dan konsultan.

Baca juga: Pemerintah Akui Kualitas Tol Pemalang-Batang Kurang Baik

Konsultan inilah yang dimaksud dengan tenaga ahli. Ada dua macam konsultan, yakni konsultan perencanaan dan konsultan manajemen konstruksi.

Konsultan perencanaan merupakan profesional yang membuat desain atau rencana suatu proyek konstruksi, sedangkan konsultan manajemen konstruksi adalah profesional yang mengawasi berjalannya proyek itu agar sesuai dengan rencana.

“Kerusakan di Tol Pemalang-Batang dan Salatiga-Kartasura itu lebih ke tenaga expert. Kalau direfleksikan ke model kerusakan itu, expert di bidang metode pembangunannya yang terbatas,” ujar Wicaksono kepada Kompas.com, Senin (4/2/2019).

Metode yang dimaksud yaitu cara membangun jalan, termasuk melakukan perkerasan lapisan jalan dan cara mengecor jalan yang baik.

Setelah jalan itu dicor, tidak bisa langsung digunakan. Seharusnya ada masa pemeliharaan selama beberapa hari sampai kualitas pengecorannya bagus.

“Ini yang harus dikontrol expert. Kalau di proyek namanya konsultan manajemen konstruksi. Saat pelaksanaan proyek itu enggak boleh dilepas sendiri. Dia harus bermitra dengan konsultan perencanaan,” tutur Wicaksono.

Dia menambahkan, pentingnya peran konsultan sebagai tenaga ahli, selain menyangkut masalah teknis pembangunan, juga berhubungan dengan kualitas material, cara penggunaannya, dan pertimbangan faktor eksternal.

“Misalnya soal perkerasan lapisan jalan, kan ada tanah timbunan. Membuat timbunan itu ada caranya, enggak bisa langsung ditumpuk tinggi terus ditimbun. Belum lagi kalau cuaca ekstrem. Ini enggak bisa sembarangan. Yang tahu ini semua expert tadi,” jelasnya.

Dia menegaskan, kehadiran konsultan dalam suatu proyek infrastruktur sangat penting demi terjaganya kualitas proyek tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X