Tahun Ini, Adhi Karya Incar Pendapatan Rp 22 Triliun

Kompas.com - 02/02/2019, 09:00 WIB
Akses menuju carita sudah bisa dilewati sejak Minggu (23/12) pagi. Saat ini PT  Adhi Karya melakukan normalisasi akses dari Pasauran sampai Karang Bolong menggunakan alat berat dan membersihkan puing dari badan jalan, Senin (24/12). DOK. TCC KEMENPARAkses menuju carita sudah bisa dilewati sejak Minggu (23/12) pagi. Saat ini PT Adhi Karya melakukan normalisasi akses dari Pasauran sampai Karang Bolong menggunakan alat berat dan membersihkan puing dari badan jalan, Senin (24/12).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Adhi Karya (Persero) Tbk menargetkan perolehan pendapatan (revenue) sebesar Rp 22 triliun pada tahun 2019.

Angka itu merupakan peningkatan Rp 4 triliun dari tahun 2018 senilai Rp 18 triliun.

"Target revenue kami pada 2019 sekitar Rp 22 triliun, sebelumnya tahun 2018 itu Rp 18 triliun," ujar Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto seusai RUPSLB di Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Sementara untuk belanja modal, Budi mengatakan, Adhi Karya menyiapkan dana sebesar Rp 4 triliun.

Anggaran sebanyak itu digunakan untuk membiayai pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo dan proyek pengadaan air minum di Jakarta Barat.

Baca juga: Adhi Karya Bidik Pertumbuhan Kontrak Baru 20 Persen

Budi menambahkan, Adhi Karya juga mengajukan usulan kepada pemerintah untuk pengerjaan kereta layang (loop line) Jakarta.

"Sekarang Adhi Karya dengan konsorsium mengusulkan loop line atau elevated. Jadi di Jakarta nanti keretanya lewat atas," imbuhnya.

Namun, dia belum bisa menyebutkan rencana anggaran karena saat ini usulan itu masih dalam penelitian.

Anak usaha

Sebelumnya Adhi Karya telah memindahkan semua saham Seri B milik negara sebagai setoran modal kepada PT Hutama Karya (Persero) atau HK.

Keputusan ini dibuat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Baca juga: Resmi Jadi Anak Usaha HK, Adhi Karya Lepas Saham Seri B

Pemindahan atau pengalihan saham ini dilakukan sehubungan dengan rencana pembentukan holding badan usaha milik negara (BUMN) di sektor infrastruktur.

"Semua (para pemegang saham) sudah setuju bahwa saham Seri B pemerintah seluruhnya dipindahkan ke HK, tapi masih menunggu keputusan presiden," ujar Budi kepada Kompas.com.

Setelah saham itu dialihkan, HK akan menjadi induk usaha (holding). Kemudian, Adhi Karya akan berubah menjadi anak perusahaan. Statusnya juga berubah dari BUMN persero menjadi non-persero.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Resmi Jadi Anak Usaha HK, Adhi Karya Lepas Saham Seri B", https://properti.kompas.com/read/2019/02/01/164703121/resmi-jadi-anak-usaha-hk-adhi-karya-lepas-saham-seri-b
Penulis : Erwin Hutapea
Editor : Hilda B Alexander

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X