Gabung Holding Infrastruktur, Garapan Adhi Karya Bakal Lebih Banyak

Kompas.com - 01/02/2019, 18:34 WIB
Proyek Jalan Tol Terbanggi Besar-Bakauheni, Lampung. Gambar diambil Jumat (6/11/2015). Arimbi RamadhianiProyek Jalan Tol Terbanggi Besar-Bakauheni, Lampung. Gambar diambil Jumat (6/11/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Keuangan PT Adhi Karya (Persero) Tbk Enthus Asnawi menilai, bergabungnya perseroan ke dalam holding infrastruktur di bawah PT Hutama Karya (Persero) atau HK memberikan keuntungan tersendiri bagi perseroan.

"Kalau buat Adhi akan lebih banyak dapat pekerjaannya. Kan ada proyek-proyek dari induknya tadi," kata Enthus di Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Seperti diketahui, HK sebelumnya telah mendapatkan penugasan dari pemerintah untuk menggarap sejumlah ruas Tol Trans-Sumatera.

Adhi Karya sebelumnya telah membantu HK dalam menggarap Tol Bakauheni-Terbanggi Besar tepatnya Paket III Kotabaru-Metro.

Merujuk data monitoring Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), pekerjaan konstruksi ruas sepanjang 29 kilometer itu telah rampung 100 persen.

"Sekarang kita kerjakan Sigli-Banda Aceh," ucap Enthus.

Selain itu, Enthus menambahkan, ada beberapa ruas tol yang cukup potensial untuk digarap perseroan.

"Kalau yang di tengah ada dari Medan-Pekanbaru ke beberapa tempat. Itu juga sudah ada Wika dan PP yang kerjakan," kata dia.

Anak usaha

Adhi Karya sebelumnya telah memindahkan semua saham Seri B milik negara sebagai setoran modal kepada PT Hutama Karya (Persero) atau HK.

Keputusan ini dibuat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Pemindahan atau pengalihan saham ini dilakukan sehubungan dengan rencana pembentukan holding badan usaha milik negara (BUMN) di sektor infrastruktur.

"Semua (para pemegang saham) sudah setuju bahwa saham Seri B pemerintah seluruhnya dipindahkan ke HK, tapi masih menunggu keputusan presiden," ujar Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto kepada Kompas.com saat ditemui seusai RUPSLB.

Setelah saham itu dialihkan, HK akan menjadi induk usaha (holding). Kemudian, Adhi Karya akan berubah menjadi anak perusahaan. Statusnya juga berubah dari BUMN persero menjadi non-persero.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X