Buruk Mengelola Sampah, Manado Didapuk sebagai Kota Terkotor - Kompas.com

Buruk Mengelola Sampah, Manado Didapuk sebagai Kota Terkotor

Kompas.com - 16/01/2019, 14:53 WIB
Pulau Manado Tua terlihat dari daratan Kota Manado. Pulau ini menjadi salah satu ikon Manado.Kompas.com/Ronny Adolof Buol Pulau Manado Tua terlihat dari daratan Kota Manado. Pulau ini menjadi salah satu ikon Manado.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelolaan sampah menjadi salah satu kriteria penilaian dalam penghargaan Adipura.

Selain penghargaan kota paling bersih pada anugerah Adipura periode 2017-2018, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga mengumumkan kota dengan peringkat paling rendah.

Pada daftar ini, Medan meraih predikat kota dengan penilaian paling rendah dalam kategori Kota Metropolitan.

Selain Medan, Kota Bandar Lampung dan Manado juga turut mendapat penilaian paling rendah dalam kategori Kota Besar.

Baca juga: Medan, Bandar Lampung, dan Manado, Kota Terkotor versi KLHK

Manado contohnya, menurut Direktur Pengelolaan Sampah Ditjen PSLB3 Kementerian LHK Novrizal Tahar, kota ini mendapatkan penilaian rendah karena pengelolaan sampah.

Dalam penghargaan ini ada penilaian terhadap nilai fisik kota, pengelolaan sampah, serta penilaian terhadap TPA.

"Sistem TPA sebagai sistem utama yang menampung hilir sampah Kota Manado tidak berfungsi dengan baik. Makanya saya agak confused juga saat Kompas menempatkan Manado sebagai salah satu kota terbaik IKCI 2018 " ujar Novrizal menjawab Kompas.com, Rabu (16/1/2019).

Sistem operasional TPA di Manado, lanjut Novrizal, masih menggunakan open dumping dengan kondisi yang relatif buruk.

Sementara salah satu penilaian dalam Adipura adalah operasional TPA harus menerapkan sistem Sanitary Landfill.

"Kenapa teorinya TPA itu harus operasionalnya Sanitary Landfill, karena untuk menghindari berkembangnya vektor penyakit, maka land covering TPA harus dilakukan setiap hari, ini sepanjang tahun terbuka TPA-nya," imbuh Novrizal.

Selain itu, kapasitas di TPA tersebut juga hampir penuh sehingga mengganggu pengangkutan sampah.

"Hal ini berimplikasi pada penurunan pelayanan persampahan yang diberikan. Dengan demikian akan berdampak pada banyak sampah yang tidak bisa terangkut ke TPA dan menumpuk di kota," cetus Novrizal.

Keadaan di kota lain, seperti Medan juga tidak jauh berbeda. Kondisi TPA di kota ini masih beroperasi secara open dumping.

Kemudian pelayanan persampahan di kota ini juga dinilai rendah sehingga banyak sampah yang tidak terkelola. Kondisi ini juga diikuti oleh Kota Bandar Lampung.

"Relatif hampir sama," pungkas Novrizal.



Close Ads X