Milenial Jangan Mimpi Punya Rumah kalau Gaya Hidup Masih Boros!

Kompas.com - 15/01/2019, 18:02 WIB
Kamar tipe studio di The Parc Apartement yang diperuntukkan bagi milenial saat ini. KOMPAS.com/ALEK KURNIAWANKamar tipe studio di The Parc Apartement yang diperuntukkan bagi milenial saat ini.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Bagi generasi milenial, memiliki hunian pribadi dan berinvestasi pada bidang properti merupakan prioritas nomor sekian.

Saat ini, milenial cenderung menyukai gaya hidup konsumtif alias boros, seperti dilansir Kompas.com, Jumat (6/4/2018).

Tak hanya memiliki hobi traveling dan gonta-ganti gadget, beberapa di antara mereka gemar makan dan minum di kafe atau restoran mewah demi status “kekinian”-nya.

Tanpa disadari, kegiatan-kegiatan tersebut membuat milenial terjebak dalam situasi keuangan yang sulit. Jangankan memiliki rumah pada usia muda, punya tabungan yang cukup pun nampaknya sukar.

Baca juga: Lima Tahun Lagi, Generasi Milenial Terancam Tidak Bisa Membeli Rumah

Padahal, jika dihitung-hitung berdasarkan pengeluaran per harinya, bukan tidak mungkin milenial memiliki tabungan untuk masa depan.

Bahkan, mereka juga bisa menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membeli hunian pribadi dengan metode pembayaran cicilan.

Apalagi, saat ini sudah banyak pengembang atau developer yang menawarkan hunian dengan konsep milenial.

“Saat ini lebih dari 60 persen milenial Indonesia yang berumur di bawah 35 tahun belum memiliki rumah pribadi. Hal inilah yang sekarang juga menjadi perhatian bagi para pengembang untuk menyasar kaum milenial untuk segera memiliki hunian,” ujar Director SouthCity Peony Tang saat acara Inaugurasi Show Unit Apartemen The Parc, Selasa (15/1/2019).

Begitu juga SouthCity, superblock yang terletak di Kota Tangerang Selatan ini juga akan membangun hunian apartemen yang cocok bagi milenial.

“Menurut kami hunian berkonsep co-living adalah yang terbaik untuk mereka. Dengan konsep tersebut, sebuah hunian akan menghadirkan fasilitas yang mendukung milenial untuk berkolaborasi dan memiliki komunitas yang menunjang keseharian mereka,” ujar Peony.

Fasilitas-fasilitas tersebut di antaranya adalah pusat perbelanjaan seperti mall atau ruko-ruko culinary, pusat kegiatan olahraga seperti gym dan kolam renang, co-working space untuk mendukung milenial bekerja di luar kantor, serta memiliki akses free wi-fi di banyak area.

SouthCity menggelar acara Inaugurasi Show Unit Apartemen The Parc, Selasa (15/1/2019).KOMPAS.com/ALEK KURNIAWAN SouthCity menggelar acara Inaugurasi Show Unit Apartemen The Parc, Selasa (15/1/2019).

Selain memiliki fasilitas-fasilitas tersebut, salah satu faktor yang membuat sebuah hunian ramah bagi milenial adalah harga dan sistem pembayarannya.

“Saat ini sudah banyak pengembang yang membangun hunian untuk milenial, tetapi sistem pembayarannya masih menjadi halangan mereka untuk melirik hunian tersebut, terutama biaya DP yang mahal,” tambah Sales & Marketing Associate Director SouthCity Stevie Faverius Jaya.

Oleh karena itu, lanjut Stevie, SouthCity menggunakan sistem pembayaran “Nabung DP + KPA”  yang memungkinkan milenial untuk membayar DP dengan sistem cicilan.

“Dengan metode tersebut, calon pembeli tidak akan lagi kesulitan membayar DP karena DP pun sudah bisa dicicil selama 24 atau 36 bulan,” jelas Stevie.

Hitung cicilan

Langkah pertama untuk memudahkan Anda para milenial yang ingin segera memiliki hunian pribadi adalah menghentikan gaya hidup konsumtif atau boros, misalnya dengan mengurangi kebiasaan minum kopi di mall.

Aktivitas minum kopi di kafe-kafe terkenal lebih kurang bisa menghabiskan biaya Rp 75.000 per satu gelasnya. Kemudian, ada juga biaya parkir atau membeli bensin yang mesti dibayar, sekitar Rp 25.000.

Bila dalam sebulan Anda menghentikan kegiatan konsumtif tersebut, maka Anda bisa menghemat Rp 100.000 per harinya. Hal ini berarti Anda bisa menabung sejumlah Rp 3 juta per bulan.

Dengan uang tersebut, Anda sudah bisa menggunakannya untuk membayar cicilan rumah setiap bulan.

Untuk simulasi, Kompas.com akan mengambil contoh pembelian salah satu unit di The Parc Apartement SouthCity, yakni tipe studio yang dibanderol Rp 357 juta.

The Parc ApartementKOMPAS.com/ALEK KURNIAWAN The Parc Apartement

Bila menggunakan simulasi pembayaran dengan sistem “Nabung DP 20 persen + KPA 80 persen,” maka dalam 24 bulan pertama Anda akan membayar cicilan sebesar Rp 3,3 juta.

Selanjutnya, bila 24 bulan tersebut sudah dilalui, Anda tinggal membayar biaya KPA sebesar Rp 3 juta setiap bulan dalam 10 tahun.

Sebagai informasi, perhitungan simulasi di atas sudah menambahkan bunga cicilan bank sebesar 10 persen dan asumsi milenial memiliki gaji minimal Rp 7,5 juta setiap bulannya.

Kalau pun pemasuka tidak sampai sejumlah itu, Anda masih bisa punya opsi dengan memanfaatkan tabungan untuk tambahan DP agar cicilan menjadi lebih ringan.

Dengan begini, impian milenial memiliki hunian bukanlah sekadar angan-angan. Selain itu, Anda juga akan merasa tenang karena properti juga bisa digunakan sebagai aset investasi. Jadi, Anda pun tidak akan dirugikan dengan pembelian ini.

Nah, selamat menabung!

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X