2019, REI Targetkan Penjualan Rumah Naik 10 Persen

Kompas.com - 14/01/2019, 21:00 WIB
Ilustrasi rumah subsidi.KOMPAS.com / DANI PRABOWO Ilustrasi rumah subsidi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Real Estat Indonesia (REI) menargetkan pembangunan rumah pada 2019 meningkat 10 persen dibanding 2018.

Peningkatan itu berlaku untuk rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan rumah non-MBR.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) REI Paulus Totok Lusida mengatakan hal itu saat ditanya mengenai proyeksi kondisi properti Indonesia pada tahun ini.

"Kami targetkan tahun ini naik 10 persen, itu termasuk rumah MBR dan non-MBR," ujar Totok kepada Kompas.com, Senin (14/1/2019).

Baca juga: Target Sejuta Rumah Tahun Ini 635.361 Unit

Pembangunan rumah akan dimulai pada Mei 2019 karena perlu waktu untuk mempersiapkan perubahan spesifikasi rumah sesuai ketentuan.

Mengenai harga pun saat ini sedang disiapkan dan akan berlaku mulai 1 April 2019.

Totok menambahkan, khusus untuk pembangunan rumah MBR perlu persiapan lebih lama karena menyangkut kebijakan dari pemerintah tentang relaksasi Pajak Penghasilan Pasal 22 (PPh 22) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) atas properti.

Untuk diketahui, Kementerian Keuangan berencana mengeluarkan regulasi itu guna mengurangi beban biaya para pengembang dan diharapkan mampu mendorong industri sektor properti agar lebih bergairah.

"Tinggal tunggu waktu saja. Ini masalahnya berhubungan dengan PPnBM dan PPh 22," kata Totok.

Dia mengungkapkan, penjualan rumah pada 2017 mengalami kondisi stagnan.

Namun, menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), penjualan properti saat itu ada peningkatan dari rumah MBR. Itulah yang membuat proyek tersebut dilanjutkan sampai tahun ini.

Berdasarkan catatan Kementerian PUPR sampai 24 Desember 2018, rumah yang telah dibangun dalam Program Sejuta Rumah mencapai 1.114.608 unit.

Sekitar 69 persen atau 767.628 unit merupakan rumah MBR, sedangkan rumah non-MBR sebanyak 346.980 unit atau sekitar 31 persen.

Merujuk data itu, kontribusi pengembang dalam penyediaan rumah MBR dan non-MBR paling tinggi.

Untuk rumah non-MBR, pengembang membangun hingga 290.656 unit, sedangkan rumah MBR yang dibangun pengembang mencapai 447.364 unit.

Pembangunan sisanya dilakukan oleh kementerian/lembaga lain, dengan dana dari corporate social  responsibility, dan masyarakat.

Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR pun menargetkan dapat membangun 635.361 unit rumah baru pada 2019.

Pembangunan ratusan ribu rumah itu untuk meneruskan Program Sejuta Rumah yang telah dilaksanakan sejak 1 April 2015.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X