Tren Pasar Ritel di Jabodetabek Berubah

Kompas.com - 09/01/2019, 22:44 WIB
Ilustrasi ritelShutterstock Ilustrasi ritel

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Perubahan tren terjadi pada pasar ritel di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi ( Jabodetabek) pada 2018.

Menurut riset Colliers International Indonesia, bisnis penyewaan ruang ritel berubah dari segi penyewa dan konsepnya.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, perubahan ini terjadi karena tujuan orang datang ke pusat perbelanjaan tidak sekadar berbelanja. 

Mereka juga ingin mencari tempat yang dapat memberi pengalaman dan menyuguhkan nuansa baru, dan tren ini diproyeksi terus berlangsung pada 2019.

Baca juga: Libur Akhir Tahun, Kunjungan Mal di Solo Meroket Tajam

"Ada evolusi dari komposisi penyewa dan konsep yang dibuat. Untuk penyewa masih didominasi oleh gerai food and beverage, sedangkan konsepnya menyesuaikan selera masyarakat," ujar Ferry dalam presentasi tentang kondisi properti 2018, di Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Dia memprediksi, pada tahun ini mal semakin menjadi tempat yang dipilih untuk berkumpul bersama keluarga dan teman, serta melakukan kegiatan bisnis.

Dari segi penyewa, nantinya akan semakin banyak peritel peralatan rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup. Selain itu, ada pula gerai busana dan kecantikan yang ikut meramaikan.

Sementara itu, harga sewa ritel pada 2018 cenderung stabil, yakni antara Rp 600.000 - Rp 700.000 per meter persegi untuk di Jakarta dan sekitar Rp 400.000 per meter persegi untuk di Bodetabek.

"Angka itu diperkirakan naik sebesar 1 sampai 2 persen per tahun hingga 2021," kata Ferry.

Baca juga: Gaya Belanja Daring Tak Pengaruhi Pengunjung Mal di Solo

Untuk tingkat hunian, khusus di Jakarta terjadi fluktuasi sampai cenderung stabil pada kuartal keempat 2018 di angka 83,6 persen.

Sedangkan di Bodetabek sempat menurun pada kuartal kedua, tetapi secara keseluruhan pada 2018 sedikit meningkat 0,6 persen dari tahun sebelumnya, di kisaran 80 persen.

"Untuk tahun 2019, angka hunian diproyeksi turun 2 persen di Jabodetabek akibat tambahan pasokan," imbuhnya.

Ferry memprediksi, tiga pusat perbelanjaan akan hadir masing-masing di Jakarta dan Bodetabek sehingga nantinya suplai keseluruhan mencapai 7,5 juta meter persegi di wilayah Jabodetabek.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X