Pemerintah Klaim Program Satu Juta Rumah Lampaui Target - Kompas.com

Pemerintah Klaim Program Satu Juta Rumah Lampaui Target

Kompas.com - 09/01/2019, 10:04 WIB
-Dok. Kementerian PUPR -

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah klaim, capaian Program Satu Juta Rumah (PSR) melebihi target. Capaian program per 31 Desember 2018 mencapai 1.132.621 unit.

Sejak dicanangkan pada 29 April 2015, secara bertahap program ini terus meningkat. pada 2015, capaian program mencapai 699.770 unit, tahun 2016 sebanyak 805.169 unit dan tahun 2017 sebanyak 904.758 unit.

Secara keseluruhan dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2018 telah terbangun 3.542.318 unit rumah.

Baca juga: Pemerintah Klaim Target Program Satu Juta Rumah Terlampaui

Program Satu Juta Rumah merupakan kolaborasi dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi pengembang perumahan antara lain REI dan APERSI, perbankan, serta perusahaan swasta melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR) dan masyarakat.

Rusun MBR Jepun, TulungagungDok. Kementerian PUPR Rusun MBR Jepun, Tulungagung
Program ini diharapkan dapat memperkecil backlog penghunian perumahan di Indonesia yang pada tahun 2015 mencapai 7,6 juta unit, menjadi 5,4 juta unit pada tahun 2019.

Selain untuk memperkecil backlog yang ada, kebutuhan rumah per tahunnya juga terus bertambah sekitar 800 ribu unit.

Baca juga: Anggaran Program Satu Juta Rumah Terbatas

Melalui program ini, setiap tahunnya ditargetkan terbangun rumah sebanyak 1 juta unit dengan proporsi 70 persen rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 30 persen merupakan hunian non MBR.

“Pada tahun 2018 ini, untuk pertama kalinya, jumlah pembangunan rumah di Indonesia dapat menembus satu juta unit rumah persisnya 1.132, 621 unit rumah," kata Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Selasa (8/1/2019).

Rusun Nelayan DompuDok. Kementerian PUPR Rusun Nelayan Dompu
Khalawi menambahkan, dalam penyediaan hunian kemampuan pemerintah melalui dana APBN hanya sekitar 20 persen terutama untuk rumah MBR.

Kemudian sekitar 30 persen berasal dari subisidi KPR dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

"Sisanya merupakan rumah yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya dan pengembang perumahan secara formal,” imbuh dia.

Dari capaian 1.132.621 unit, terbagi 69 persen atau 785.641 unit merupakan rumah MBR sedangkan 31 persen atau 346.980 unit merupakan rumah non MBR.

Untuk kategori rumah MBR, kontribusi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan membangun sebanyak 217,064 unit rumah bagi MBR.

Angka ini terdiri dari rumah susun (Rusun) sebanyak 11,655 unit, rumah khusus 4,525 unit, rumah swadaya sejumlah 200.884 unit.

Rasus Nelayan Desa Sif di Kabupaten Halmahera TengahDok. Kementerian PUPR Rasus Nelayan Desa Sif di Kabupaten Halmahera Tengah
Sedangkan kontribusi pemerintah daerah (pemda) tercatat sebanyak 111,821 unit rumah MBR terdiri pembangunan Rusun sebanyak 9.430 unit, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Pembangunan Baru (BSPS PB) sebanyak 6.937 unit, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Peningkatan Kualitas (BSPS PK) sebanyak 95.454 unit.

Selain itu, rumah MBR yang dibangun pengembang sebanyak 447.364 unit, CSR 458 unit dan masyarakat sebanyak 8.934 unit.

Untuk rumah non-MBR sebanyak 290,656 unit dibangun oleh pengembang dan 56,324 unit dibangun masyarakat.

Pada tahun 2019, Ditjen Penyediaan Perumahan menargetkan pembangunan rusun sebanyak 6.873 unit, rumah swadaya 206.500 unit, rumah khusus 2.130 unit dan bantuan Prasarana Sarana Umum bagi 13.000 unit seperti jalan lingkungan, tempat pengolahan sampah dan jaringan air minum.



Close Ads X