Dua Bulan Lagi, Gedung Baru Sekretariat ASEAN Selesai Dibangun - Kompas.com

Dua Bulan Lagi, Gedung Baru Sekretariat ASEAN Selesai Dibangun

Kompas.com - 07/01/2019, 22:25 WIB
Gedung Sekretariat ASEAN di Jalan Trunojoyo Nomor 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.Kementerian PUPR Gedung Sekretariat ASEAN di Jalan Trunojoyo Nomor 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pembangunan gedung baru Sekretariat Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) atau Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara saat ini sudah mencapai 85 persen dan ditargetkan selesai pada Maret 2019.

Proyek ini dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai bantuan teknis bagi Kementerian Luar Negeri untuk mendirikan gedung yang berada di Jalan Trunojoyo Nomor 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Gedung ini nantinya akan memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Gedung ini juga didesain ramah lingkungan dengan standar Sertifikat Green Building Tingkat Platinum dari Green Building Council Indonesia (GBCI),” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau proyek pembangunan Gedung Sekretariat ASEAN bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, di Jakarta, Senin (7/1/2019).

Sebanyak 20 bangunan gedung yang tersertifikasi Green Building oleh GBCI pada saat ini terdiri dari 3 bangunan tingkat Platinum, yakni Dusapun Gunung Putri, Gedung United Tractors HO, dan Gedung Kementerian PUPR; 12 bangunan tingkat Gold; dan 5 bangunan tingkat Silver.

Gedung Sekretariat ASEAN di Jalan Trunojoyo Nomor 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Kementerian PUPR Gedung Sekretariat ASEAN di Jalan Trunojoyo Nomor 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sementara itu, Menlu Retno Marsudi mengatakan, optimalisasi penyelesaian pekerjaan agar tepat waktu perlu diimbangi dengan kualitas kerja sehingga tepat mutu.

“Ketika kita fokus mengejar waktu penyelesaian, tetap kita harus perhatikan kualitas karena menyangkut keamanan,” ujar Retno.

Adapun groundbreaking Gedung Sekretariat ASEAN dilakukan pada awal Januari 2018. Pembangunan gedung tersebut dilakukan di atas lahan seluas 11.369 meter persegi dengan luas bangunan 49.993 meter persegi.

Gedung ini terdiri dari 2 menara yang masing-masing setinggi 16 lantai, yang dilengkapi dengan 2 basement dan 1 podium yang terdiri dari 5 lantai. Konstruksi bangunannya juga sudah mengakomodasi bangunan tahan gempa.

Terdapat jembatan penghubung (skybridge) sepanjang 40,5 meter sebagai penghubung kedua menara tersebut.

Jembatan ini menjadi jembatan terpanjang di Indonesia untuk kategori jembatan gedung tanpa penyangga dan mendapatkan piagam penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia. 

Secara keseluruhan, biaya pembangunan gedung ini yaitu Rp 448,77 miliar dengan menggunakan APBN tahun anggaran 2017-2018 sebagai sumber dana.



Close Ads X