Kompas.com - 01/01/2019, 18:25 WIB

KOMPAS.com -  Arsitek asal Italia, Carlo Ratti bekerja sama dengan lembaga non-profit, WeRise, mengembangkan sistem rumah prefabrikasi bagi masyarakat di pedalaman dan di wilayah yang jauh dari pusat kota India.

Sistem yang diberi nama Livingboard tersebut saat ini sedang diuji coba dalam sebuah proyek percontohan di sebuah desa di Bangalore.

Sistem ini juga dirancang untuk pengembangan rumah di daerah pedesaan di mana saja di dunia.

Layaknya komputer, Carlo Ratti menyebut desain Livingboard ini layaknya motherboard yang menjadi pusat kerja dari perangkat tersebut. Carlo Ratti Layaknya komputer, Carlo Ratti menyebut desain Livingboard ini layaknya motherboard yang menjadi pusat kerja dari perangkat tersebut.
Pemilik menerima bagian utama rumah prefabrikasi tersebut.

Bagian ini nantinya akan ditempatkan di lantai rumah dengan luas 12 meter persegi.

Bagian utama yang dirancang oleh Carlo Ratti ini terdiri dari beberapa komponen, termasuk sistem pengolahan air, limbah, dan ketersediaan listrik.

Tak hanya itu, beberapa elemen fungsional lain, seperti pemanas ruangan, baterai untuk penyimpanan energi, serta konektivitas Wi-Fi juga dimasukkan ke dalam bagian utama rumah.

Setiap anggota keluarga dapat beraktivitas dan memanfaatkan listrik maupun energi lainnya dari lantai multifungsi ini, seperti memasak, mengisi daya baterai, bahkan mencuci peralatan dapur.

Carlo Ratti menyebut desain Livingboard ini layaknya motherboard yang menjadi pusat kerja dari perangkat tersebut.

Setelah itu, warga dapat merancang sendiri desain rumah yang diinginkan. Keluarga yang akan menempati rumah ini dapat menentukan tata letak ruangan yang cocok dengan selera mereka.

Rumah juga dapat dibangun dari bahan yang mudah ditemukan di wilayah setempat.

Bagian utama rumah ini juga dapat disesuaikan dengan lingkungan setempat. Carlo Ratti Bagian utama rumah ini juga dapat disesuaikan dengan lingkungan setempat.
Bagian utama rumah ini juga dapat disesuaikan dengan lingkungan setempat. Contohnya seperti yang digunakan di Desa Udagirinallappanahalli.

Di tempat ini, rumah-rumah dilengkapi dengan alat penyaring air hujan.

Selain itu, di desa ini, mayoritas warganya merancang rumah dengan kaidah Vastu, yang bertujuan untuk menyesuaikan keseimbangan antara manusia dengan alam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Dezeen


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.