Museum Ini Dibangun di Bawah Bukit Pasir

Kompas.com - 26/12/2018, 23:04 WIB
Pengunjung bisa masuk melalui terowongan panjang yang tersambung dengan delapan gua buatan. Wu QingshanPengunjung bisa masuk melalui terowongan panjang yang tersambung dengan delapan gua buatan.

KOMPAS.com - Setelah berlangsung selama tiga tahun, konstruksi UCCA Dune Art Museum di China akhirnya rampung.

UCCA Dune Art Museum merupakan ruang pameran karya kontemporer yang dibangun di bawah permukaan bukit pasir di tepi laut.

Pengunjung bisa masuk melalui terowongan panjang yang tersambung dengan delapan gua buatan. Setiap gua digunakan sebagai galeri yang menampilkan berbagai karya seni kontemporer.

Dari atas terlihat beberapa bukaan yang berfungsi untuk memberikan pencahayaan alami ke seluruh penjuru gedung. Wu Qingshan Dari atas terlihat beberapa bukaan yang berfungsi untuk memberikan pencahayaan alami ke seluruh penjuru gedung.
Gedung museum dibangun menyerupai bentuk cangkang beton yang dibentuk dari bekisting kayu, sementara dinding bagian dalam dihias dengan tekstur abstrak.

Tekstur abstrak pada dinding dibuat sebagai pengingat bahwa gedung museum dibangun secara manual.

Selain itu, bangunan ini juga dilengkapi dengan kafe dan ruang perkumpulan. Ruangan kafe dirancang menghadap lansung ke arah laut, sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan tepi pantai.

Ide untuk merancang bangunan di bawah permukaan bukit pasir datang dari firma OPEN Architecture. Wu Qingshan Ide untuk merancang bangunan di bawah permukaan bukit pasir datang dari firma OPEN Architecture.
Tak hanya kafe, atap bangunan juga menawarkan pemandangan sekeliling tepi pantai. Pengunjung dapat naik ke atap melalui tangga beton spiral yang terletak di dalam gedung. 

Dari atas terlihat beberapa bukaan yang berfungsi untuk memberikan pencahayaan alami ke seluruh penjuru gedung.

Bukaan pada atap ini juga berfungsi untuk menghubungkan interior dengan suasana di luar bangunan. 

Ruangan kafe dirancang menghadap lansung ke arah laut.Wu Qingshan Ruangan kafe dirancang menghadap lansung ke arah laut.
Ide untuk merancang bangunan di bawah permukaan bukit pasir datang dari firma OPEN Architecture. Selain unik, museum yang terletak di bawah permukaan mampu menjaga keberadaan bukit tersebut secara alami.

Gedung yang dibangun seluas 930 meter persegi ini juga tetap sejuk selama musim panas. OPEN Architecture juga menambahkan beberapa detail khusus di sepanjang ruangan museum. Bahkan delapan meja kafe di museum ini juga didesain oleh OPEN. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X