Masuk Daftar Orang Terkaya, Pengusaha Ini Juga Main Properti

Kompas.com - 15/12/2018, 14:00 WIB
Ilustrasi properti FREEPIKIlustrasi properti

KOMPAS.com - Forbes merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2018. Dari daftar tersebut, hanya empat orang yang merupakan pengusaha dengan bisnis inti properti, mereka adalah Alexander Tedja, Ciputra, Osbert Lyman, dan Benny Tjokrosaputro.

Baca juga: Empat Taipan Properti Masuk Daftar 50 Orang Terkaya Indonesia

Meski begitu, tak sedikit dari daftar 50 orang itu yang kemudian merambah bisnis properti. Beberapa di antaranya antara lain kaka beradik Robert Budi dan Michael Hartono, Susilo Wonowidjojo, Eka Tjipta Widjaja, Tahir, Chairul Tanjung, hingga Prajogo Pangestu.

Bisnis properti yang mereka rintis sudah diulas panjang lebar oleh Kompas.com. Anda bisa membacanya pada tautan di bawah ini:

Baca juga: Aset Properti Tujuh Orang Terkaya di Indonesia

Sedangkan orang-orang terkaya lainnya di luar daftar 10 besar yang memiliki multibisnis dan juga main properti bisa Anda simak ulasan berikut ini:

1. Mochtar Riady

Nama Mochtar Riady berada di urutan ke 12 dalam jajaran orang terkaya di Indonesia. Forbes mengabarkan, kekayaannya mencapai 2,3 miliar dollar AS atau ekuivalen Rp 33,5 triliun.

Seperti diketahui, Mochtar Riady merupakan pendiri Lippo Group yang kini dikelola oleh kedua anaknya, James dan Stephen.

Perusahaan yang ia dirikan kini menggeluti berbagai bisnis seperti ritel, kesehatan, media, dan properti. Khusus properti, asetnya tersebar di Jakarta, Bekasi, Manado, Makassar, Surabaya, Palembang, dan kota-kota lainnya.

Paling menyita perhatian adalah proyek skala kota Meikarta di Cikarang, Jawa Barat.

2. Putera Sampoerna

Orang terkaya ke-13 di Indonesia ini memiliki total kekayaan sebesar 1,8 miliar dollar AS. Melalui Sampoerna Strategic Group, Putera Sampoerna memiliki investasi di bidang pertanian, keuangan, telekomunikasi dan kayu.

Di bidang properti, perusahaan ini mengelola kompleks perkantoran Sampoerna Strategic Square.

3. Peter Sondakh

Peter Sondakh merupakan pemimpin Rajawali Corpora dengan kekayannya mencapai 1,7 miliar dollar AS. Rajawali Corpora bergerak di berbagai bidang usaha, antara lain pertambangan, media, teknologi, transportasi, perkebunan dan properti yang dikelola oleh anak usaha Rajawali Property Group.

Perusahaan ini mengembangkan berbagai properti seperti Sheraton Laguna Resort, The Ritz-Carlton Bali, Sheraton Bandung, Four Seasons Jakarta, serta dua hotel berbintang di Malaysia dan Goald Coast, Australia.

Selain itu, Peter Sondakh juga berhasil membawa brand internasional seperti St Regis ke Bali dan Jakarta. Saat ini, Rajawali Property Group sedang mengembangkan Rajawali Palace di Jakarta.

Ilustrasi PropertiFREEPIK Ilustrasi Properti

4. Martua Sitorus

Pendiri kerajaan Wilmar Group ini juga memiliki bisnis di sektor properti. Bersama saudaranya, Ganda, Martua mendirikan Gamaland yang dirancang sebagai sayap properti dari Gama Corporation.

Salah satu properti milik korporasi ini adalah Gama Tower. Gedung ini memegang rekor tertinggi di Indonesia hingga sekarang.

Mengangkasa 285,5 meter, Gama Tower mencakup 64 lantai. Fungsinya ganda, perkantoran dan hotel dengan bendera Westin dari Starwood.

Gamaland telah memiliki sejumlah portofolio properti yang tersebar di Jakarta, Bandung, Bekasi, Cilegon, Medan, Kubu Raya, Bali, dan Pekanbaru.

Selain itu, mereka juga memiliki portofolio Aviva Tower di London, dan menangani Australian Post Sydney.

5. Garibaldi Thohir

Garibaldi Thohir adalah CEO dan pemegang saham utama Adaro Energy, salah satu eksportir batu bara top dunia.

Dia memiliki saham di Hutchison 3 Indonesia, yang menyediakan layanan telekomunikasi di Indonesia. Keluarganya juga mengoperasikan restoran dan memiliki hotel serta apartemen di Sudirman CBD dengan nama The Capital.

6. Murdaya Poo

Grup Central Cipta Murdaya (CCM) yang dirintis Murdaya Poo memiliki beragam usaha, mulai dari perkebunan, pelapis kayu, hingga pusat konvensi dan eksibisi terkenal, Jakarta International Expo Kemayoran.

Di bidang properti, CCM memiliki perkantoran World Trade Center 1-3 serta pusat konvensi dan eksibisi, Jakarta Interntional Expo Kemayoran.

Selain itu, Murdaya Poo juga memiliki hampir setengah dari saham PT Metropolitan Kentjana Tbk yang bergerak di bisnis properti.

Beberapa proyek ternamanya adalah Perumahan Pondok Indah, Pondok Indah Mall 1 dan 2, Intercontinental Hotel, dan Kartika Residence.

Dalam daftar Forbes, Murdaya berada di posisi ke-22 dengan kekayaan sebesar 1,4 miliar dollar AS.

7. Djoko Susanto

Djoko Susanto merupakan CEO dari Alfa Supermarket, yang kini melayani 3 juta pelanggan dengan 10.300 toko.

Sebagian besar dari toko-toko tersebut merupakan waralaba dan tersebar seluruh Indonesia. Selain industri ritel, Djoko Susanto juga merambah divisi perhotelan melalui Omega Hotel Management.

8. Husodo Angkosubroto

Presiden Direktur Gunung Sewu Kencana yang bergerak di bidang manufaktur, makanan, asuransi, properti, dan lain-lain.

Melalui Farpoint Realty Indonesia, Husodo Angkosubroto mencatatkan aset properti eksisting yang dimiliki seperti, apartemen The Verde 1-2, Plaza Mebel, Harco Pasar Baru, Johar Plaza, Bekasi Square.

Tak hanya itu, Husodo juga punya aset properti lainnya yang terkait sektor hospitalitas yakni Menteng Regecy di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, dan Kemang Club Villas di Jakarta Selatan.

Sedangkan saat ini, Farpoint Realty tengah mengembangkan Sequis Tower, dan The Loggia.

Ilustrasi propertiwww.shutterstock.com Ilustrasi properti

9. Harry Tanoesoedibjo

Bos media ini juga terjun ke bisnis properti. Melalui MNC Land, dia membangun resor di Bali dan Jawa Barat yang akan dikelola oleh perusahaan Donald Trump.

Selain itu, MNC Land juga menggarap beberapa proyek residensial apartemen One East Penthouse & Residence Luxury Collection di Surabaya serta gedung perkantoran di Kebon Sirik, dan bakal membuka The Park Hyatt Hotel.

10. Sjamsul Nursalim

Sjamasul Nursalim memperoleh kekayaannya dari properti, batu bara dan sektor ritel. Dia memiliki saham di pengecer terdaftar Mitra Adiperkasa Iperkasa, yang mengoperasikan Zara, Topshop, Steve Madden, dan merek toko lain di Indonesia.

Perusahaan bannya Gajah Tunggal memproduksi 30 persen ban di pasar Afrika, Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Dia bertaruh pada real estat dengan saham di Tuan Sing Holdings yang terdaftar di Singapura, yang mengembangkan dan memiliki berbagai properti.

11. Irwan Hidayat

Irwan Hidayat dan keluarganya memiliki sekitar 80% dari Sido Muncul, perusahaan jamu terbesar di Indonesia.

Keluarga Hidayat juga telah merambah bisnis perhotelan, dan telah mendirikan tiga hotel mewah Grand Tjokro di pulau Jawa.

12. Achmad Hamami

Dia merupakan pemilik Trakindo Utama, distributor Caterpillar di Indonesia, serta memiliki lisensi untuk mengoperasikan restoran burger Carl's Jr. dan supermarket LOKA.

Properti yang dia bangun adalah perkantoran Gran Rubina dan Samira Residence.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X