Sekarang, Bangun Apartemen Bisa dengan Sistem Modular

Kompas.com - 12/12/2018, 16:29 WIB
Skender berpendapat, proses ini mampu menggeser kebiasaan dan proses lama dalam konstruksi. SkenderSkender berpendapat, proses ini mampu menggeser kebiasaan dan proses lama dalam konstruksi.

KOMPAS.com - Kontraktor asal Chicago, Skender, sedang mengerjakan proyek pembangunan apatemen dari konstruksi modular.

Nantinya, setiap unit apartemen yang akan dibangun, dirangkai terlebih dahulu, melalui produksi secara masal di pabrik.

Bangunan modular tersebut kemudian diangkut dan disusun di lokasi yang telah direncanakan. Gedung pertama akan dibangun di wilayah West Loop, Chicago.

Unit apartemen modular tersebut akan diangkut dan disusun di lokasi yang telah direncanakan.Skender Unit apartemen modular tersebut akan diangkut dan disusun di lokasi yang telah direncanakan.
Gedung apartemen dari rangkaian apartemen modular ini nantinya akan dibangun setinggi enam lantai dengan total 110 unit.

Tak hanya digunakan sebagai tempat tinggal, bangunan ini juga akan difungsikan sebagai ruang hotel.

Perusahaan ini juga menyewa jasa 10 orang arsitek beserta desainer interior untuk merancang setiap unit hunian.

"Kami ingin melihat gedung sebagai produk di masa depan," ujar CEO Skender, Mark Skender.

"Seperti yang dilakukan pabrikan," imbuh dia.

Perusahaan ini juga menyewa jasa 10 orang arsitek beserta desainer interior untuk merancang setiap unit hunian. Skender Perusahaan ini juga menyewa jasa 10 orang arsitek beserta desainer interior untuk merancang setiap unit hunian.
Skender berpendapat, proses ini mampu menggeser kebiasaan dan proses lama dalam konstruksi. Menurutnya, dibanding proses pembangunan biasa yang melibatkan beberapa pihak seperti arsitek, kontraktor, sub-kontraktor, dan lain-lain.

Alur kerja seperti itu yang ingin dipangkas oleh Skender. Dia mengungkapkan, alur kerja tradisional ini banyak mengakibatkan miskomunikasi dan menyebabkan penundaan serta kemunduran jadwal.

Setiap unit apartemen yang akan dibangun, dirangkai terlebih dahulu.Skender Setiap unit apartemen yang akan dibangun, dirangkai terlebih dahulu.
Pembangunan gedung dengan cara ini diyakini dapat memotong ongkos konstruksi hingga 15 persen, sekaligus mempercepat proses pembangunan hingga 40 persen.

Untuk mewujudkan rencana ini, Skender telah merilis purwarupa unit modular pertama mereka. Ruang apartemen ini terdiri dari satu kamar yang sudah dilengkapi dengan berbagai furnitur.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setiap Hari, Empat Korban Covid-19 Dimakamkan di San Diego Hills

Setiap Hari, Empat Korban Covid-19 Dimakamkan di San Diego Hills

Kawasan Terpadu
Pelindo Ajak Investor Bangun Industri di Kualatanjung

Pelindo Ajak Investor Bangun Industri di Kualatanjung

Konstruksi
Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun 'Little Singapore' di Tangerang

Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun "Little Singapore" di Tangerang

Perumahan
Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Konstruksi
Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Konstruksi
Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode 'Dynamic Compaction'

Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode "Dynamic Compaction"

Konstruksi
Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Konstruksi
Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Berita
Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Konstruksi
BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

Berita
Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Berita
Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Konstruksi
[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

Berita
Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Konstruksi
Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Apartemen
komentar di artikel lainnya
Close Ads X