Negara Harus Intervensi Implementasi TOD BUMN

Kompas.com - 11/12/2018, 13:00 WIB
Proyek apartemen dan rusun TOD Stasiun Rawa Buntu yang dikembangkan Perum Perumnas Kompas.com / Dani PrabowoProyek apartemen dan rusun TOD Stasiun Rawa Buntu yang dikembangkan Perum Perumnas

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah saat ini sedang giat mengembangkan hunian dengan konsep transit oriented development (TOD) di beberapa lokasi di Jakarta dan sekitarnya.

Namun, dalam beberapa hal, implementasi konsep tersebut tidak sesuai dengan tujuan seharusnya. Termasuk mengenai komersialisasi hunian serta prasarana dan sarana transportasi yang digadang-gadang bakal mengurai kemacetan.

Padahal, seharusnya negara berperan penting dalam mewujudkan konsep ini sebagai pelayanan dan penyediaan hunian dan transportasi massal yang layak dan terjangkau masyarakat.

Menurut Ketua Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAP) Bernardus Djonoputro, pada pelaksanaannya, terutama di wilayah Jakarta, pemerintah kurang siap menindaklanjuti rencana TOD ini.

Kekurangsiapan itu antara lain terlihat dari regulasi yang dikeluarkan berupa Peraturan Menteri (Permen) ATR/Kepala BPN Nomor 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan TOD.

Baca juga: TOD di Indonesia Tak Lebih dari Komersialisasi Stasiun

Permen ini dianggap belum cukup konkret dan jelas.

“Kelihatan Permen ATR dan kegagapan pemda dalam merespons, hanya pemberian hak khusus pengelolaan dan pengembangan kawasan, maksimalisasi gross floor area (GFA), sehingga pengelola bisa mendapatkan internal rate of return (IRR) yang menarik,” tutur Bernardus kepada Kompas.com, Selasa (11/12/2018).

Padahal, ada yang lebih penting dari itu yakni pengeluaran anggaran yang harus dialokasikan pemerintah dengan tujuan melakukan peremajaan suatu kota.

Komersialisasi semata

Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Perum Perumnas, PT Hutama Karya, dan PT Adhi Karya  bekerjasama membangun membangun hunian berbentuk rumah susun (rusun) di  tiga lokasi berbeda di Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang. Perum Perumnas membangun rusun di Stasiun Rawa Buntu, PT Hutama Karya membangun di Stasiun Jurangmangu, dan Adhi Karya membangun hunian di Cisauk, Senin (10/12/2018).KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Perum Perumnas, PT Hutama Karya, dan PT Adhi Karya bekerjasama membangun membangun hunian berbentuk rumah susun (rusun) di tiga lokasi berbeda di Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang. Perum Perumnas membangun rusun di Stasiun Rawa Buntu, PT Hutama Karya membangun di Stasiun Jurangmangu, dan Adhi Karya membangun hunian di Cisauk, Senin (10/12/2018).
Terkait komersialisasi tadi, Bernardus menyinggung keikutsertaan sejumlah BUMN dan BUMD yang membangun proyek hunian di dekat, bahkan menempel langsung pada stasiun.

Hal itu menunjukkan keinginan BUMN dan BUMD untuk bisa ikut menikmati keuntungan dari komersialisasi TOD.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X