Kompas.com - 07/12/2018, 14:49 WIB
Lokasi proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi. Dokumentasi PT Jasamarga Probolinggo BanyuwangiLokasi proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi.

SEMARANG, KOMPAS.com - Trase Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi sebagai bagian terakhir dari jaringan Tol Trans-Jawa kemungkinan mengalami perubahan yang berdampak pada pergeseran penentuan lokasi (penlok) pada Seksi I.

Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Koentjahjo Pambudi mengungkapkan hal itu usai jumpa media Susur Jalan Tol Trans-Jawa, kepada Kompas.com, Jumat (7/12/2018).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setelah mempelajari rencana perubahan terakhir, akan mengalami pergeseran rute. Tapi tetap melalui Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi. Jadi tidak sampai melalui Jember. Itu pun masih menunggu penlok perubahan," kata Koentjahjo.

Baca juga: Fakta tentang Probowangi, Bakal Jalan Tol Terpanjang di Indonesia

Alasan berubahnya trase jalan bebas hambatan ini, menurut Kuncahyo adalah terkait kawasan strategis milik TNI Angkatan Laut.

"Itu ada tempat latihan menembak TNI AL. Sedianya lewat situ, tapi kemudian berubah," sebut Kuncahyo.

Sementara itu Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani mengatakan, saat ini penlok yang sudah terbit baru sepanjang 30 kilometer di Seksi I.

Baca juga: Keselamatan, Aspek Utama Kesiapan Tol Trans-Jawa

"Sekarang kami sedang dalam tahap tender konstruksi," imbuh Desi.

Tol Probolinggo-Banyuwangi atau biasa disebut sebagai Probowangi, akan menjadi tol terpanjang di Indonesia jika kelak sempurna terbangun.

Jalan tol ini dirancang sepanjang 172,90 kilometer. Lebih panjang 56,15 kilometer dari Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) milik PT Lintas Marga Sedaya yang membentang 116,75 kilometer.

Tidak saja terpanjang, dari sisi investasi pun, tol yang dikelola PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) ini mencatat rekor baru yakni senilai Rp 23,391 triliun.

Dengan perubahan trase, Tol Probowangi yang merupakan titik akhir dari jaringan Tol Trans-Jawa akan menghubungkan empat kabupaten yakni Probolinggo, Situbondo, Jember, dan Banyuwangi.

Pembangunan proyek ini terdiri dari tiga seksi, yaitu Seksi I Probolinggo-Besuki (46,5 kilometer), Seksi II Besuki-Asembagus (59,6 kilometer), dan Seksi III Asembagus-Ketapang (66,8 kilometer).

Posisinya yang berada di ujung timur Pulau Jawa menjadi sangat strategis sebagai gerbang distribusi logistik, barang, jasa, dan manusia dari timur ke barat.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.