Pengembang, dan Perbankan Ramai-ramai Bidik Milenial - Kompas.com

Pengembang, dan Perbankan Ramai-ramai Bidik Milenial

Kompas.com - 06/12/2018, 17:24 WIB
Ilustrasi anak mudaThinkStock/ferlistockphoto Ilustrasi anak muda

JAKARTA, KOMPAS.com - Generasi milenial masih menjadi pasar potensial bagi sektor properti. Tak heran bila dalam beberapa waktu terakhir banyak pengembang, perbankan, bahkan portal jual beli daring yang sengaja menggelar pameran yang ditujukan bagi milenial.

Data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan, dari 250 juta penduduk Indonesia, 60 persen di antaranya merupakan masyarakat usia produktif dengan rentang usia 15-64 tahun.

Sementara, jumlah generasi milenial dengan rentang usia 22-37 tahun mencapai 34,45 persen atau sekitar 90 juta jiwa dari total penduduk Tanah Air.

Assistant Vice Presidet, Head of Strategic Residential marketing Division PT Agung Podomoro Land Tbk ( APLN) Agung Wirajaya menuturkan, generasi milenial menguasi 40 persen kelompok pembeli properti potensial.

Baca juga: APLN Incar Rp 70 Miliar dari Pameran Khusus Milenial

Angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi 70 persen pada 2030. Namun yang jadi persoalan, saat ini milenial masih belum menjadikan properti sebagai salah satu hal yang penting.

Bagi mereka, gaya hidup serta pengalaman baru adalah hal yang lebih penting dibandingkan hunian.

"Salah satu alasan mengapa milenial kurang giat menabung dan berinvestasi adalah mereka cenderung menghabiskan uang mereka untuk jalan-jalan mencari pengalaman serta mengunjungi tempat-tempat baru. Hal ini tentu sangat disayangkan, mengingat pentingnya investasi sejak dini," tutur Agung.

Assistant Vice President Residential Marketing Zaldy Wihardja mengatakan, bila milenial terus mempertahankan kebiasaan mereka untuk berperilaku konsumtif, tentu pada akhirnya mereka lah yang akan dirugikan.

Pasalnya, harga properti setiap tahun mengalami kenaikan. Sementara di sisi lain, kenaikan penghasilan tidak secepat kenaikan harga properti.

"Memang cicilan itu berat 1-10 tahun pertama, tapi setelah itu ada portofolio income, ada pasif income," kata dia.

Untuk menggenjot minat milenial dalam membeli rumah, APLN lantas menggelar pameran hunian yang dikhususkan bagi milenial.

Dengan uang muka minimum 5 persen, milenial juga bisa mendapatkan keuntungan lain seperti cuti cicilan selama setahun dan cicilan tetap dengan bunga 9,9 persen selama 10 tahun.

Selain itu, para milenial juga bisa mendapatkan kesempatan hadiah berupa travelling bila bertransaksi selama pameran dilangsungkan di Mal Central Park pada 4-9 Desember 2018.

"Jadi keringanan (cuti cicilan) untuk mengatur keuangan juga. Karena saya percaya bahwa kecerdasan keuangan kita itu bisa dilihat dari sisi pemasukkan dan pengeluarannya," ujarnya.



Close Ads X