ATI: Investasi Triliunan Rupiah, Jalan Tol Bukan Bisnis Ringan - Kompas.com

ATI: Investasi Triliunan Rupiah, Jalan Tol Bukan Bisnis Ringan

Kompas.com - 05/12/2018, 21:59 WIB
Presiden Jokowi meresmikan Jalan Tolo Solo-Ngawi segmen Sragen-Ngawi di Rest Area KM 538 Jalan Tol Sragen-Ngawi Desa Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (28/11/2018).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Presiden Jokowi meresmikan Jalan Tolo Solo-Ngawi segmen Sragen-Ngawi di Rest Area KM 538 Jalan Tol Sragen-Ngawi Desa Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (28/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan Presiden Joko Widodo kerap kurang bergairah bila harus meresmikan proyek tol yang digarap perusahaan BUMN.

Pasalnya, Presiden berharap agar sektor swasta dapat ikut bermain dalam bisnis ini.

Ketua Umum Asosiasi Jalan Tol Indonesia ( ATI) Desi Arryani turut menyikapi hal tersebut. Menurut dia, menjalankan bisnis tol bukanlah sebuah perkara yang mudah.

"Tadi Pak Menteri kalimat berikutnya, harus tangguh. Kenapa? Karena bisnis tol ini enggak ringan," kata Desi di Auditorium Kementerian PUPR, Rabu (5/12/2018).

Baca juga: Basuki Sebut Presiden Kurang Bergairah Resmikan Tol BUMN

Dibutuhkan investasi triliunan rupiah untuk menyelesaikan sebuah proyek jalan tol. Itu pun, investor akan mengalami negative cashflow selama 5-10 tahun pertama, sehingga perlu mendapatkan suntikan dana terus menerus.

Investasi yang dibenamkan investor, imbuh Desi, akan mulai kembali setelah 10-20 tahun.

"Beda generasi lho itu. Dia enggak menikmati, (padahal) dia yang investasi tapi dia enggak menikmati. Yang menikmati generasi berikutnya," ungkapnya.

Kondisi tersebut, sambung Desi, berbeda dengan BUMN seperti PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang memang sejak awal memiliki core business jalan tol.

Dari sisi keuangan pun, ia menilai, sudah jauh lebih tangguh dibandingkan dengan swasta yang baru memulai bisnis ini.

Meski demikian, Desi menuturkan, selama ini Jasa Marga kerap berkongsi dengan swasta untuk menggarap proyek jalan tol. Hal ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan agar swasta dapat lebih tangguh ke depannya.

"Sebetulnya sudah masuk, tapi perlu lebih banyak lagi," tutup Desi.



Close Ads X