Di Dubai Expo 2020, Korea Bakal Pamer Budaya dan Teknologi Canggih - Kompas.com

Di Dubai Expo 2020, Korea Bakal Pamer Budaya dan Teknologi Canggih

Kompas.com - 05/12/2018, 19:30 WIB
Fasad pavilion rancangan Nooyon, nantinya dapat dikendalikan melalui aplikasi ponsel pintarNooyon Fasad pavilion rancangan Nooyon, nantinya dapat dikendalikan melalui aplikasi ponsel pintar

KOMPAS.com - Firma arsitek asal Korea Selatan, Nooyon, merancang fasad interaktif untuk paviliun Korea Selatan di ajang Expo 2020 Dubai.

Rancangan ini baru sekedar proposal, namun Nooyon menawarkan fasad interaktif untuk menarik pengunjung yang datang ke acara itu.

Bangunan ini didesain dengan bentuk kubus yang dapat berubah warna. Fasad pavilion rancangan Nooyon, nantinya dapat dikendalikan melalui aplikasi gawai pintar. Pengunjung dapat memproyeksikan gambar, teks, atau video ke eksterior paviliun.

Dinding eksterior struktur kubus terbuat dari bahan ramah lingkungan yang disebut Ethylene Tetrafluoroethylene (ETFE).

Rancangan ruang virtual ini sebenarnya bertujuan untuk mempromosikan budaya Korea Selatan. Nooyon Rancangan ruang virtual ini sebenarnya bertujuan untuk mempromosikan budaya Korea Selatan.
Keunikan material ini ada pada kemampuannya yang tidak terpengaruh oleh sinar ultraviolet atau polutan. Dengan bahan ini, gambar digital yang dibuat oleh pengunjung dapat dinikmati pada siang hari di Dubai.

Sedangkan di antara panel ETFE dan struktur utama, terdapat proyektor yang menampilkan citra digital ke eksterior juga interior kubus.

Adapun pada bagian atap bangunan kubus akan dipasang panel surya sebagai salah satu sumber energi.

Dengan cara ini, pengunjung bisa menjadi kreator sekaligus penikmat karya digital dalam waktu bersamaan. Nooyon Dengan cara ini, pengunjung bisa menjadi kreator sekaligus penikmat karya digital dalam waktu bersamaan.
Di dalam bangunan berbentuk kubus tersebut, terdapat sebuah ruangan yang disebut The Cube. Di ruangan ini pengunjung dapat menikmati pameran di dalam ruang Virtual Reality (VR) terbesar di dunia.

Struktur ini dibangun dengan panjang 15 meter dan didukung dengan panel HD QLED.

Selain itu, mereka juga bebas untuk mendesain bentuk, ukuran, warna untuk ditampilkan. Dengan cara ini, pengunjung bisa menjadi kreator sekaligus penikmat karya digital dalam waktu bersamaan.

Rancangan ruang virtual ini sebenarnya bertujuan untuk mempromosikan budaya Korea Selatan, sekaligus teknologi yang sedang berkembang di negeri ginseng tersebut.



Close Ads X