JSMR Garap Tol Layang Jakarta-Cikampek Bergantian dengan Proyek Lain

Kompas.com - 30/11/2018, 09:10 WIB

Dua pekerjaan konstruksi di Tol Jakarta-Cikampek, yaitu Light Rail Transit (LRT) dan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated). Kompas.com/DANI PRABOWO Dua pekerjaan konstruksi di Tol Jakarta-Cikampek, yaitu Light Rail Transit (LRT) dan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated).

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) memberikan dua rekomendasi kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang sedang mengerjakan proyek di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek).

Rekomendasi yang dikeluarkan pada Rabu (28/11/2018) itu bertujuan mengatasi kemacetan di Tol Japek yang diakibatkan pengerjaan tiga proyek secara bersamaan.

Ketiga proyek itu adalah kereta cepat Jakarta-Bandung, Light Rail Transit (LRT), dan Tol Layang Jakarta-Cikampek II Elevated.

Baca juga: Jasa Marga Kelola 158 Kilometer Tol Proyek Strategis Nasional

Untuk Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated), dikerjakan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Hingga akhir November 2018, progresnya mencapai 58,5 persen.

Menanggapi rekomendasi dari Kemenhub, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani mengatakan akan mengikuti saran tersebut dan berbagi waktu dengan para pihak yang mengerjakan dua proyek lainnya.

“Rekomendasi itu maksudnya untuk proyek di lokasi yang sama, jangan kerja bersamaan, harus saling berbagi,” ucap Desi di lokasi proyek Tol Japek Km 25, Bekasi, Kamis (29/11/2018).

Pembagian itu bisa dalam segi tempat dan waktu yang ditentukan sesuai jadwal.

“Misalnya di Cikunir dan Grand Wisata. Gantiannya juga sesuai schedule tanggal. Semua tetap jalan secara paralel, cuma di beberapa titik. Sinkronisasi saja,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, rekomendasi pertama yang dinyatakan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yaitu proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan LRT nantinya dilakukan oleh satu kontraktor.

"Kami jadikan satu kontraktor supaya alat-alat beratnya tidak bertumpuk di persimpangan Cikunir, dengan itu ruang-ruang jalan yang dibutuhkan akan tetap jalan," ujar Budi Karya di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X