Soal Macet Jakarta, Dirut JTD: Kapasitas Jalan Harus Ditambah

Kompas.com - 28/11/2018, 11:00 WIB
Kemacetan di ruas Jalan Tol Dalam Kota dan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. WARTA KOTA / ANGGA BHAGYA NUGRAHAKemacetan di ruas Jalan Tol Dalam Kota dan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - " Jakarta membutuhkan akses timur, barat, utara, selatan, menyambung terus menerus untuk mengatasi kemacetan yang terjadi hampir setiap hari".

Direktur Utama PT Jakarta Tollroad Development (JTD) Frans S Sunito mengungkapkan hal itu usai penandatanganan perjanjian sindikasi kredit Rp 13,7 triliun dengan 29 bank untuk membiayai Tahap I dari Enam Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Menurut Frans, Jakarta saat ini hanya punya dua koridor yakni jalan tol pelabuhan dan Jakarta Outer Ring Road (JORR), sehingga tak mengherankan kota ini mengalami kemacetan.

"Nah ini, Jakarta butuh koridor ketiga, yang menghubungkan timur dan barat. Ini bagian dari Enam Jalan Tol Dalam Kota. Jadi, kapasitas jalan ditambah," ujar Frans.

Baca juga: Jakarta Tollroad Development Raup Kredit Sindikasi Rp 13,7 Triliun

Koridor ketiga dimaksud adalah Tahap I ruas ABC yang meliputi Semanan-Grogol, Grogol-Kelapa Gading, dan Kelapa Gading-Pulogebang, dengan total panjang 30 kilometer.

Saat ini, pembangunan Tahap I sudah mencapai 30 persen dengan posisi pembebasan lahan lebih dari 98 persen.

Direktur Utama Jakarta Tollroad Development Frans S Sunito memaparkan kondisi Enam Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, didampingi Chief Financial Officer Reynaldi Hermansjah, Selasa (27/11/2018).Hilda B Alexander/Kompas.com Direktur Utama Jakarta Tollroad Development Frans S Sunito memaparkan kondisi Enam Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, didampingi Chief Financial Officer Reynaldi Hermansjah, Selasa (27/11/2018).
Frans mengharapkan ruas A Kelapa Gading-Pulogebang sudah bisa beroperasi pada Semester II-2019, sementara seluruh Tahap I dijadwalkan kelar pada 2021 mendatang.

"Dengan perjanjian kredit sindikasi ini, diharapkan pembangunan ruas jalan tol tersebut dapat berjalan sesuai target," ucapnya.

Frans menuturkan, Enam Jalan Tol Dalam Kota Jakarta yang dibangun JTD bertujuan menambah kapasitas jaringan jalan arteri yang ada serta untuk melayani lalu lintas lebih lancar.

Karena itu, kata dia, seluruh struktur badan jalan dibangun dengan konstruksi melayang (elevated), atau dibangun di atas jalan arteri yang sudah ada, dan infrastruktur yang sudah terbangun sebelumnya.

Baca juga: Perkiraan Tarif Tol Dalam Kota Ruas Semanan-Pulogebang Rp 35.000

Selain itu, jalan tol JTD dirancang untuk meminimalisasi pembebasan lahan, dan memaksimalkan pemanfaatan ruang infrastruktur kota yang ada.

"Enam Jalan Tol Dalam Kota Jakarta ini dilengkapi berbagai fasilitas terintegrasi dengan moda transportasi lain, Ini memudahkan pengguna jalan," tambah Frans.

Fasilitas tersebut adalah Bus Rapid Transit (BRT) on the toll road, yakni jalan tol yang dilengkapi bus shelter di sepanjang koridor.

BRT ini mengakomodasi tiga koridor Blue Line, Red Line, dan Green Line. BRT juga melayani perjalanan jarak jauh dengan interval antar shelter sekitar 3 sampai 4 kilometer.

 

 

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X