Penjualan Harian Meningkat, Summarecon Tak Revisi Target

Kompas.com - 22/11/2018, 19:00 WIB
Rendering Summarecon Mutiara Makassar Dokumentasi Summarecon AgungRendering Summarecon Mutiara Makassar

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P Adhi menegaskan, perseroan tidak merevisi target marketing sales tahun 2018, tetap pada angka Rp 4,2 triliun.

"Keputusan itu kami ambil karena mengacu pada catatan penjualan harian yang menunjukkan tren meningkat secara kualitatif," kata Adhi kepada Kompas.com, Kamis (22/11/2018).

Menurut Adhi, peningkatan penjualan harian tersebut terjadi pada beberapa proyek seperti klaster Mozart di Summarecon Serpong yang berkontribusi Rp 180 miliar, klaster baru di Summarecon Bandung dengan nilai penjualan Rp 125 miliar dalam sehari.

Pencapaian ini, ditambah stok-stok produk lainnya yang masih dipasarkan seperti klaster Olive di Bekasi, Summarecon Emerald Karawang, Summarecon Kelapa Gading, dan Summarecon Serpong, diyakini Adhi mampu memenuhi target marketing sales hingga akhir tahun.

Meskipun realisasi pencapaian penjualan per Oktober baru mencapai Rp 2,4 triliun dengan sumbangan terbesar dari Summarecon Serpong dengan angka 47 persen, dan Summarecon Bandung sebanyak 13 persen.

"Sisa satu setengah bulan, November dan Desember kami optimistis akan memenuhi target. Kami harapkan dari Bekasi, dan Makassar," cetus Adhi.

Baca juga: Awali Pengembangan Proyek Makassar, Summarecon Habiskan Rp 200 Miliar

Selain itu, sambung Adhi, permintaan properti khususnya hunian dan komersial akan selalu tetap ada. Bahkan, dua bulan terakhir memperlihatkan pergerakan signifikan.

Hal ini karena pemerintah mendukung penuh sektor properti dengan beragam kebijakan, mulai dari deregulasi perizinan, relaksasi loan to value (LTV), hingga PPH 2,5 persen.

"Ini sangat mendukung," imbuh Adhi.

Namun demikian, kata Adhi, optimisme sektor properti akan bangkit dan berada pada kondisi lebih baik pada kuartal I-2018 juga sangat bergantung pada inovasi dan kreativitas pengembang.

Dengan profil pasar yang sekarang lebih didominasi oleh end user, inovasi dan kreativitas dalam hal pembiayaan, misalnya, akan sangat berpengaruh.

"Program cara bayar uang muka atau down payment (DP) bisa diciicl sekian kali sangat membantu mereka membeli hunian," jelas Adhi.

 



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X