Riset: Desain Sekolah Pengaruhi Prestasi Akademik Siswa

Kompas.com - 21/11/2018, 19:49 WIB
French International School, Hong Kong Henning Larsen Architects French International School, Hong Kong

KOMPAS.com - Riset yang dilakukan University of Salford menemukan perbedaan karakteristik setiap kelas, seperti kualitas udara, warna, dan cahaya, dapat meningkatkan proses pembelajaran anak usia sekolah dasar sebesar 16 persen dalam setahun.

Menurut Johny Perks dari firma arsitektur Steensen Varming, sekolah penting menyediakan lingkungan belajar yang sehat dan produktif.

Dalam acara Designing Green School di Hongkong, Perks mengatakan, sebuah riset menunjukkan bahwa ada peningkatan nilai ujian sebesar 21 persen pada siswa yang berada di ruang kelas yang mendapatkan akses ke cahaya matahari secara langsung.

Pimpinan arsitek yang mengerjakan desain bangunan French International School di Hong Kong, Claude Godefrey, juga mengatakan ada hubungan antara desain dengan performa akademik siswa.

"Arsitektur berpengaruh," ujar Godefroy.

perbedaan karakteristik setiap kelas, dapat meningkatkan proses pembelajaran anak usia sekolah dasar sebesar 16 persen dalam setahun.
Henning Larsen Architects perbedaan karakteristik setiap kelas, dapat meningkatkan proses pembelajaran anak usia sekolah dasar sebesar 16 persen dalam setahun.
Godefroy mengungkapkan desain sekolah yang ia buat menggabungkan model kelas tradisional dengan struktur terbuka, sehingga menghasilkan ruang kelas yang kolaboratif.

Desain interior sekolah ini dirancang mirip seperti villa. Idenya adalah agar siswa yang belajar dapat terbebas dari sekat antar ruang atau desain sekolah konvensional.

"Para murid belajar dengan lebih baik saat mereka berganti tempat duduk dan teman kelas, dibanding berada dalam satu ruang yang sama sepanjang hari. Inilah mengapa di setiap level gedung disediakan ruang kelas terbuka, di mana koridor diubah menjadi ruang bersama untuk proyek kelas," tutur Godefroy.

Desain interior sekolah ini dirancang mirip seperti villa, agar siswa yang belajar dapat terbebas dari sekat antar ruang atau desain sekolah konvensional. 
Henning Larsen Architects Desain interior sekolah ini dirancang mirip seperti villa, agar siswa yang belajar dapat terbebas dari sekat antar ruang atau desain sekolah konvensional.
Desain sekolah yang ia rancang menerapkan konsep terbuka sehingga cahaya matahari dapat menerangi seluruh ruangan.

Godefroy juga menerapkan teknik shading sehingga gedung tidak perlu menggunakan tirai untuk menghalau sinar mataharri yang terik.

Selain itu, lantai terbuat dari karet alam, serta langit-langit dibuat dari bahan bambu. Di sekeliling sekolah juga ditanam berbagai macam tumbuhan, termasuk 24 pohon, taman gantung, dan atap yang ditumbuhi dengan berbagai tanaman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber SCMP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X