Desain Rumah Efisien dengan Dinding Bercelah

Kompas.com - 14/11/2018, 19:00 WIB
Saint Peter House di San Pedro Cholula di Kota Puebla, Meksiko. Patrick LopezSaint Peter House di San Pedro Cholula di Kota Puebla, Meksiko.

KOMPAS.com - Sebuah rumah yang dikenal dengan nama Saint Peter House di San Pedro Cholula di Kota Puebla, Meksiko, dibangun dengn teknik dan bentuk yang unik.

Jika dilihat, dinding rumah bata ini tampil dalam tiga dimensi. Ini karena rumah yang didirikan di lahan seluas 117 meter persegi tersebut dibangun dengan menggunakan teknik konstruksi tradisional.

Celah di antara bata di dinding rumahPatrick Lopez Celah di antara bata di dinding rumah

Desain rumah ini dirancang oleh firma arsitek Proyecto Cafeina dan Estudio Tecalli.

Tim arsitek kemudian merancang rumah yang dibangun dari material bata merah yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar.

Selain itu, pembangunan rumah juga menggunakan teknik dan desain tradisional Meksiko.

Model tradisional ini terlihat dari bentuk atap rumah yang meruncing dan asimeteris.

Tim arsitek dari kedua studio tersebut kemudian merancang rumah dengan meningkatkan jalur masuk cahaya serta sirkulasi udara.

Untuk itu, material bata di dinding rumah disusun dengan arah yang berbeda.

Pada lapisan pertama, batu bata disusun melintang sedangkan pada lapisan kedua, bahan tersebut disusun dengan arah yang berbeda. Susunan batu ini diterapkan pada lapisan-lapisan selanjutnya.

Interior rumah. Terlihat dinding rumah dibangun dengan celah dari susunan batu bata.Patrick Lopez Interior rumah. Terlihat dinding rumah dibangun dengan celah dari susunan batu bata.
Hasilnya, susunan bata merah tersebut meninggalkan celah kecil, yang berfungsi menjadi tempat keluar masuknya udara dan cahaya.

Susunan batu bata yang dibangun dengan teknik tradisional menghasilkan celah di dinding. Hal ini memudahkan keluar-masuknya udara dan cahaya di dalam rumah. Patrick Lopez Susunan batu bata yang dibangun dengan teknik tradisional menghasilkan celah di dinding. Hal ini memudahkan keluar-masuknya udara dan cahaya di dalam rumah.
Selain itu, teknik konstruksi ini juga menghasilkan fasad bangunan berbentuk tiga dimensi yang mencolok.

Metode penyusunan bata ini juga mengacu pada cara pembuatan rumah tradisional Meksiko.

Menurut pendiri firma Proyecto Cafeina, Leonardo Neve, proses desain Saint Peter House dimulai dari sebuah ide untuk menemukan cara baru dalam mengekspresikan bentuk geometri pada bangunan.

"Tujuan utama proyek ini adalah untuk mendapatkan pengalaman membangun rumah dengan menggunakan teknik unik serta dengan bahan yang mudah ditemukan, seperti bata, balok kayu, rangka beton, hingga baja," ujar Neve.

Selain eksterior yang terlihat khas, tim arsitek juga merancang sendiri perabot di dalam rumah untuk menyesuaikan bentuk dan modelnya dengan keunikan hunian.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X