Bangunan Bekas PD II Diubah Jadi Rumah Berlibur

Kompas.com - 12/11/2018, 09:00 WIB
Stasiun pengisian bahan bakar yang difungsikan sejak Perang Dunia II tersebut terletak di tanjung Dungeness di Kent. Guy Montagu-PollockStasiun pengisian bahan bakar yang difungsikan sejak Perang Dunia II tersebut terletak di tanjung Dungeness di Kent.

KOMPAS.com - Sebuah struktur beton yang awalnya dibangun sebagai stasiun bahan bakar tahan bom di Inggris telah diubah menjadi vila berlibur.

Bangunan ini awalnya merupakan stasiun pengisian bahan bakar, yang difungsikan sejak Perang Dunia II dan terletak di tanjung Dungeness di Kent.

Selain sebagai stasiun pengisian bahan bakar, bangunan ini juga difungsikan sebagai stasiun pompa untuk mengirim bahan bakar melalui pipa bawah laut ke Perancis.

Gedung ini didirikan dengan material beton. Guy Montagu-Pollock Gedung ini didirikan dengan material beton.
Setelah perang, bangunan ini difungsikan sebagai sekolah dengan sebuah kapel di dalamnya.

Kemudian, bangunan ini digunakan sebagai pondok pertemuan untuk perkumpulan Royal Antediluvian Order of Buffaloes.

Kemudian fungsi bangunan diubah menjadi vila berlibur. Perubahan fungsi bangunan dilakukan oleh arsitek Johnson Naylor.

Naylor masih mempertahankan fitur-fitur asli, seperti lorong baja yang sudah lapuk dan kaca di bangunan utama.

Sedangkan pintu papan lebar dari kayu ek berfungsi sebagai pemanis tampilan rumahGuy Montagu-Pollock Sedangkan pintu papan lebar dari kayu ek berfungsi sebagai pemanis tampilan rumah
Gedung ini didirikan dengan material beton. Dinding bangunan dirancang dengan ketebalan 30 sentimeter. Sementara atapnya terbuat dari beton yang didukung dengan struktur baja.

Setelah melihat bentuk bangunan, Naylor mendapati fakta bahwa dinding gedung tersebut ternuata juga berfungsi menyerap panas.

"Bangunan telah terisolasi dari luar, meninggalkan dinding untuk menyerap dan mempertahankan panas, mereka (dinding) bertindak seperti radiator penyimpanan besar," ujar Naylor.

Naylor masih mempertahankan fitur-fitur asli, seperti lorong baja yang sudah lapuk dan kaca di bangunan utama. Guy Montagu-Pollock Naylor masih mempertahankan fitur-fitur asli, seperti lorong baja yang sudah lapuk dan kaca di bangunan utama.
Ruang utama rumah, yang juga menaungi beberapa ruangan seperti dapur, ruang makan, dan ruang tamu, terdapat dua jendela tinggi tanpa bingkai. Jendela ini dibangun menghadap ke arah barat.

Sedangkan pintu papan lebar dari kayu ek berfungsi sebagai pemanis tampilan rumah. Selain itu, kayu oak juga digunakan untuk melapisi dinding di bagian timur, serta menjadi bahan baku bagi beberapa perabot.

Selain itu, kamar mandi dilapisi oleh marmer Carrara dan plester pasir untuk menutupi dinding beton.

Lebih lanjut, interior ruangan diterangi oleh lampu LED yang diletakkan di tempat tersembunyi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Dezeen
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X