Capai 80 Persen, Penataan Kampung Nelayan Tegalsari Selesai Tahun Ini - Kompas.com

Capai 80 Persen, Penataan Kampung Nelayan Tegalsari Selesai Tahun Ini

Kompas.com - 10/11/2018, 19:44 WIB
Kampung Nelayan Tegalsari.Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Kampung Nelayan Tegalsari.

JAKARTA, KOMPAS.com – Salah satu lokasi penataan kawasan permukiman nelayan dan tepi air yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) adalah di Kampung Tegalsari, Kota Tegal.

Program ini menjadi salah satu prioritas pemerintah yang bertujuan mengembangkan permukiman pesisir berbasis ekonomi perikanan di berbagai lokasi di Indonesia.  

Saat meninjau ke kampung nelayan Tegalsari, Tegal, pada Jumat (9/11/2018), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dari 11 lokasi penataan pada periode 2016-2019, ada tiga kampung nelayan yang dijadikan percontohan, yaitu Kampung Beting, Kota Pontianak; Kampung Sumber Jaya, Kota Bengkulu; dan Kampung Tegalsari, Kota Tegal.

“Saya nilai dari segi estetika, penataan kampung nelayan Tegalsari merupakan yang terbaik. Saat ini progresnya sudah 80 persen. Semoga akhir tahun ini bisa selesai,” ucap Basuki melalui keterangan tertulis, Sabtu (10/11/2018).

Penataan Kampung Nelayan Tegalsari.Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Penataan Kampung Nelayan Tegalsari.

Dia menambahkan, penataan ini tidak hanya membangun taman, tetapi juga pengembangan agar bisa menjadi kawasan ekonomi seperti di Bali, misalnya Jimbaran yang bisa untuk kawasan wisata.

Kampung nelayan Tegalsari merupakan salah satu kawasan kumuh di Kota Tegal yang luasnya 27 hektar dan populasi penduduk 2.456 jiwa. Sebagian besar dari mereka adalah nelayan dengan tingkat kekumuhan sedang.

Kondisi jalan lingkungan di sana bervariasi, dengan lebar antara 1 meter sampai 3 meter, dan berkelok-kelok tanpa adanya saluran drainase.

Elevasi jalan pun rendah sehingga cenderung terjadi genangan setelah air pasang atau banjir rob.

Tingkat kepadatan bangunan di kampung itu juga cukup tinggi. Sempadan bangunan terhadap jalan berkisar sampai 0,5 meter sehingga rawan terjadi kebakaran. Tersedia pula ruang publik berupa lapangan, tetapi sebagian area itu digunakan untuk menjemur pakaian.

Penanganan Kampung Tegalsari dimulai pada 2015 melalui kerja sama antara Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR dengan Pemerintah Kota Tegal.

Komitmen Wali Kota Tegal dalam penanganan kampung ini ditunjukkan dengan penerbitan SK Wali Kota Tegal Tahun 2014.

Pembangunan rumah khusus di Kampung Nelayan Tegalsari.Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Pembangunan rumah khusus di Kampung Nelayan Tegalsari.

Pada Juli 2016, implementasi penanganannya dimulai dengan pembangunan tahap pertama yang meliputi turap dan penataan jalan lingkungan tepi air, drainase, jalan sekitar sekolah, MCK komunal, ruang terbuka hijau, dan jalan lingkungan.

Pembangunan yang menelan dana Rp 16 miliar itu merupakan langkah awal yang dilakukan secara bersamaan dengan penyusunan rencana penataan kumuh lebih menyeluruh, yakni agenda penataan lingkungan Kampung Tegalsari tahun 2017-2019.

Kemudian, penataan kampung itu dilanjutkan dengan anggaran tahun jamak 2017-2018 sebesar Rp 78,11 miliar dan dikerjakan oleh kontraktor PT Dharma Perdana Muda.

Pekerjaannya meliputi pemasangan tiang pancang dengan total 16.000 meter, pembangunan jalan paving sepanjang 1.780 meter, jalan lingkungan beton sepanjang 2.754 meter, jetty apung, drainase sepanjang 1.565 meter, serta penataan ruang terbuka hijau dilengkapi 6 gazebo dan 3 unit MCK komunal.



Close Ads X