Berbiaya Rp 300 Miliar, Bandara Soedirman Dibangun Mulai Desember - Kompas.com

Berbiaya Rp 300 Miliar, Bandara Soedirman Dibangun Mulai Desember

Kompas.com - 09/11/2018, 11:58 WIB
Lahan yang direncanakan sebagai runway calon Bandara Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga, Jawa Tengah.KOMPAS.com/Iqbal Fahmi Lahan yang direncanakan sebagai runway calon Bandara Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga, Jawa Tengah.

PURBALINGGA, KOMPAS.com - Pembangunan fisik Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS) di Purbalingga, Jawa Tengah, akan dimulai pada Desember 2018.

Angkasa Pura II (AP II) selaku calon pengelola bandara tersebut mengalokasikan dana Rp 300 miliar untuk pembangunan infrastruktur bandara.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Purbalingga Imam Wahyudi mengatakan, dari hasil koordinasi terakhir disepakati bahwa rencana pembangunan akan dilakukan melalui tiga tahap.

Namun, dengan catatan, selama satu bulan ke depan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) sudah selesai didokumentasikan.

"Saat ini tengah dilakukan studi amdal sekitar satu bulan. Setelah itu baru dimulai pembangunan fisiknya," kata Imam Wahyudi, Kamis (8/11/2018).

Tahap pertama, ucapnya, akan dimulai dari tahun 2018 hingga 2020. Pada kurun waktu tersebut akan dibangun Runway and Safety Area (Resa). Runway itu dibuat sepanjang 1.600 meter dan lebar 30 meter.

"Landasan sepanjang 1.600 meter bisa digunakan pesawat jenis ATR 72-600," ujar Imam.

Baca juga: Dokumen Amdal Calon Bandara Jenderal Besar Soedirman Segera Dibahas

Pembangunan tahap kedua tergantung dengan pertumbuhan pasar. Jika lalu lintas penerbangan cukup meyakinkan, maka AP II akan melanjutkan pengembangan tahap kedua dengan pembangunan runway sepanjang 2.500 meter dan lebar 45 meter.

“Pembangunan tahap kedua ini direncanakan pada tahun 2020 hingga 2023. Runway baru diperkirakan dapat memfasilitasi pesawat kelas A320 Neo 4C berkapasitas penumpang maksimal 189 orang,” tuturnya.

Kemudian, jika pasar penerbangan semakin berkembang, maka AP II akan memperpanjang runway hingga 3.000 meter. Diprediksi pesawat-pesawat besar seperti jenis B 737 Max8 4C dapat melakukan take off.

“Pada tahapan ketiga ini juga akan dibangun apron atau pelataran parkir pesawat yang langsung terhubung dengan bangunan terminal. Ini akan menambah jumlah apron yang dibangun di tahap pertama untuk pesawat jenis ATR 72-600 dan ATR 42-600,” pungkasnya.



Close Ads X