Kompas.com - 05/11/2018, 17:30 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan Kementerian PUPR akan melakukan pembangunan fly over Simpang Kabil dengan anggaran dana sekitar Rp350 miliar. Dimana dana itu bersumber dari APBN 2019 mendatang. KOMPAS.COM/ HADI MAULANAMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan Kementerian PUPR akan melakukan pembangunan fly over Simpang Kabil dengan anggaran dana sekitar Rp350 miliar. Dimana dana itu bersumber dari APBN 2019 mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, ada empat hal utama yang menjadi fokus pekerjaan kementeriannya pada masa akhir pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla tahun depan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertama, menjaga agar tugas khusus yang telah diberikan tetap berjalan, baik itu tugas berupa proyek strategis nasional (PSN), penanganan bencana, pembangunan pasar, maupun sekolah.

Di dalam Perpres Nomor 56 Tahun 2018 yang merupakan perubahan kedua Perpres Nomor 3 Tahun 2015 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN, terdapat 137 proyek infrastruktur bidang PUPR dari 227 PSN yang ditetapkan.

Baca juga: Jelang 2019, Serapan Anggaran Kementerian PUPR Baru 63 Persen

Jumlah tersebut terdiri atas 51 proyek bendungan, 6 proyek irigasi, 1 proyek tanggul laut, 64 proyek jalan tol, 4 proyek jalan nasional, 7 proyek air minum & sanitasi, dan 3 proyek perumahan.

Jumlah PSN bidang PUPR tersebut lebih sedikit dibandingkan yang ada dalam Perpres 58 tahun 2017 yang sebelumnya berjumlah 151 proyek, mengingat sebagian proyek sudah selesai dilaksanakan dan terjadi perubahan prioritas proyek.

"Fokus kedua adalah jangan berpolitik, dan mitigasi resiko," kata Basuki usai rapat kerja terbatas (rakertas) di Auditorium Kementerian PUPR, Senin (5/11/2018).

Fokus terakhir yaitu memastikan bahwa proyek yang telah berjalan tidak mangkrak. Meski demikian, bukan berarti bahwa proyek tersebut harus selesai 2019, seperti untuk pembangunan bendungan yang rata-rata menggunakan kontrak multiyears atau tahun jamak.

"Atau misalnya jembatan yang sudah dipasang pilar-pilar tahun ini, terus ditinggal, itu (baru namanya) mangkrak. Tapi kalau belum selesai, bisa lanjut kan multiyears. Tidak ditinggal mangkrak, supaya lebih baik ke depan," tutur Basuki.

Lelang dini

Basuki melanjutkan proses lelang dini untuk proyek Tahun Anggaran 2019 masih dalam tahap persiapan. Kementerian PUPR sendiri mendapatkan anggaran sebesar Rp 110,73 triliun pada tahun depan.

"Persiapan lelang dini November sudah harus lelang," kata Basuki.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.