Menginap di Hotel Ini, Tamu Dijemput dengan Pesawat Amfibi - Kompas.com

Menginap di Hotel Ini, Tamu Dijemput dengan Pesawat Amfibi

Kompas.com - 02/11/2018, 23:22 WIB
Tak hanya kaca, material sepeti semen, baja, dan akrilik melengkapi struktur bangunan hotel. 
Justin Nicholas Tak hanya kaca, material sepeti semen, baja, dan akrilik melengkapi struktur bangunan hotel.

KOMPAS.com - Maladewa merupakan surga wisata bagi pecinta lautan. Wisata ke Maladewa adalah wisata air. Sebut saja aktivitas-aktivitas air yang populer seperti snorkeling, menyelam, dan berbagai olahraga air dapat dilakukan di sini.

Untuk menarik perhatian lebih banyak turis, berbagai pengembang resor berbondong-bondong merancang bangunan dengan konsep unik. 

Salah satunya adalah The Muraka. Untuk mencapai tempat ini, pengunjung akan dijemput dengan pesawat amfibi pribadi.

The Muraka merupakan hotel yang dibangun dengan material kaca akrilik. Semua ruangan hotel berada di kedalaman 5 meter.

Tak hanya kamar hotel saja yang menyajikan pemandangan menakjubkan bawah laut, namun setiap ruangan di hotel juga dirancang serupa.

Seluruh bagian tubuh hotel dirakit di Singapura. Justin Nicholas Seluruh bagian tubuh hotel dirakit di Singapura.
Kamar mandi dan ruang keluarga tak kalah menarik. Di kedua ruangan ini, pengunjung dapat merasakan sensasi membersihkan diri di tengah lautan berisi ikan yang berenang. 

Selain ruangan di bawah, hotel ini juga menyediakan ruang tambahan di atas permukaan air. Sekilas, bangunan ini terlihat seakan terapung di atas laut.

Pada bagian ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan ombak, dermaga pribadi, kolam renang, serta dek. Tersedia pula ruang makan dan hiburan.

Agar keselamatan pengunjung terjaga, hotel ini juga menyewa jasa ahli biologi kelautan. 

Dengan banyaknya fasilitas dan kemudahan yang ditawsrkan, tentu harga yang dipatok tidakarus rela merogoh kocek sebesar 50.000 dollar AS atau sekitar Rp 747 juta untuk menginap di hotel ini per malamnya.

Pada tingkat paling atas terbuat dari dinidng kaca yang menawarkan pemandangan ombak, dermaga pribadi, kolam, serta dek kecil. Conrad Maldives Pada tingkat paling atas terbuat dari dinidng kaca yang menawarkan pemandangan ombak, dermaga pribadi, kolam, serta dek kecil.
Proyek bangunan bawah laut kedua

Pada 2005, mimpi arsitek Ahmed Salem untuk membuka restoran bawah laut pertama tercapai. Tempat makan premium ini merupakan bagian dari Conrad Maldives Rangali Island.

Di tempat ini, pengunjung dapat menikmati makanan kelas atas bersama dengan berbagai makhluk di bawah air.

Seakan tak cukup, Saleem kemudian memiliki keinginan untuk merancang hotel di bawah laut. Tahun ini, mimpi tersebut akhirnya terwujud berupa The Muraka.

Nama The Muraka sendiri berarti koral dalam bahasa lokal. Tak hanya kaca, material sepeti semen, baja, dan akrilik melengkapi struktur bangunan hotel.

Berat hotel 600 ton

Seluruh bagian tubuh hotel dirakit di Singapura. Selain itu, material akrilik yang digunakan berasal dari produsen terkenal di Jepang, Nippura.Co.

Pengunjung dapat merasakan sensasi membersihkan diri di tengah lautan berisi ikan yang berenang. 
Conrad Maldives Pengunjung dapat merasakan sensasi membersihkan diri di tengah lautan berisi ikan yang berenang.
Kemudian struktur seberat 600 ton tersebut diletakkan di sebuah kapal khusus yang akan membawanya ke kedalaman laut. Badan hotel juga dikaitkan pada 10 tumpukan beon untuk menjaganya agar tidak bergerak.

Untuk menuju ke bawah, pengunjung dapat menggunakan lift atau tangga spiral. Tangga tersebut juga terbuat dari kaca akrilik rancangan firma Yuji Yamazaki Architecture.



Close Ads X