Kompas.com - 01/11/2018, 23:31 WIB
Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Bintang Perbowo (paling kanan) saat berkunjung ke kantor redaksi Kompas.com, Kamis  (1/11/2018) di Palmerah, Jakarta. KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEADirektur Utama PT Hutama Karya (Persero) Bintang Perbowo (paling kanan) saat berkunjung ke kantor redaksi Kompas.com, Kamis (1/11/2018) di Palmerah, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Hutama Karya (Persero) mendapat tugas dari pemerintah untuk membuat Jalan Tol Trans-Sumatera. Penugasan itu diberikan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 100 Tahun 2014.

Namun, tugas membangun jaringan jalan tol di sana tidak mudah. Salah satu kendala yang dialami yaitu pembebasan lahan.

Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Bintang Perbowo mengatakan, pihaknya menemui berbagai masalah pembebasan lahan. Untuk mengatasinya, dilakukan koordinasi dengan sejumlah lembaga terkait.

“Kendala pembebasan lahan ada.  Ada tanah yang sudah bebas di satu lokasi, tapi di lokasi lain ada yang belum,” ujar Bintang saat berkunjung ke kantor Kompas.com, Kamis  (1/11/2018) di Palmerah, Jakarta.

Baca juga: Lebaran 2019, Pemudik Bisa Lewat Tol Lampung Tembus Palembang

Untuk mengatasi masalah itu, Hutama Karya senantiasa mengikuti pertemuan yang digelar setiap dua minggu sekali di Kementerian BUMN guna membahas dan mencari solusi untuk lahan yang belum bisa dibebaskan.

Bintang menuturkan, pertemuan itu dihadiri berbagai pejabat tinggi negara karena proyek tol tersebut merupakan penugasan langsung dari pemerintah, antara lain Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Selain itu, hadir pula perwakilan dari Kantor Wilayah BPN, pemerintah daerah, dan pejabat pembuat komitmen (PPK) lahan setempat.

“Setiap dua minggu kami rapat untuk membahas mana tanah yang belum bebas. Makanya dalam rapat itu dibahas, misalnya sudah beres atau belum, sudah dinilai, kapan pembangunan bisa dimulai, dan lain-lain,” ungkap Bintang.

Pertemuan itu dinilai sangat berguna karena bisa langsung membahas dan mencari solusi terbaik untuk mengatasi pembebasan lahan di suatu lokasi yang akan dibangun jalan tol. Hasilnya pun menunjukkan perkembangan yang positif.

Bintang mengklaim, dalam dua tahun Hutama Karya bisa membangun 340 kilometer jalan tol yang merupakan bagian dari jaringan tol Trans-Sumatera.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.