Mengintip Bangunan Sekolah Nominator World Architecture Festival 2018

Kompas.com - 30/10/2018, 21:19 WIB
Di dalam lingkungan sekolah berdiri empat buah bangunan utama, satu ruang workshop, satu dapur, dan dua buah gudang. Eric DinardiDi dalam lingkungan sekolah berdiri empat buah bangunan utama, satu ruang workshop, satu dapur, dan dua buah gudang.

Untuk ketahanan, atap daun nipah dapat bertahan hingga 10 tahun. Setelah lewat waktu tersebut, maka nipah perlu diganti.

Dalam rancangan bangunan sekolah ini, Realrich menggunakan baja sebagai rangka struktur. Material ini dipilih bukan hanya karena kemampuannya dalam menopang beban berat, namun juga karena kelebihannya dalam kecepatan konstruksi dan ketahanan bangunan.

Baca juga: Bambu, Bahan Bangunan Kokoh dan Antigempa

Fasad dan beberapa bagian bangunan dibuat dari bambu. Material ini merupakan bahan bangunan yang fleksibel dan membutuhkan sedikit penanganan dalam pemeliharaannya.

Selain itu, konstruksi bambu di sisi lain juga dianggap kuat untuk menopang bangunan. Sambungan antar bambu menggunakan ikatan dengan tali ijuk. Bambu yang digunakan merupakan jenis petung dan tali yang banyak ditemukan di lingkungan sekolah.

"Penggunaan bambu lebih dari 50 persen," imbuh dia.

-Eric Dinardi -
Keunikan lain dalam bangunan ini adalah adanya jembatan dan jalan penghubung antar gedung. Realrich mengatakan, jembatan ini juga dibangun dari bahan bambu.

Jembatan ini berfungsi sebagai penghubung sekolah dengan pintu masuk. 

Lantai jembatan terbuat dari bilah bambu yang dibelah menjadi dua kemudian dipukul hingga merata. 

Setelah proses konstruksi selesai, bambu dilapisi dengan resin, guna memperkuat struktur bangunan.

Tak hanya bambu dan nipah, fasad bangunan juga dibangun dari batu bata. Bata tersebut disusun dengan kerapatan berbeda. Bata dipilih karena memiliki konduktivitas yang rendah. 

Atap sekolah dibuat melengkung untuk menjaga kestabilanEric Dinardi Atap sekolah dibuat melengkung untuk menjaga kestabilan
Dinding bangunan juga dibuat bergelombang. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan efisiensi struktur, dimana bangunan dengan bentuk lengkung lebih kokoh dibanding bangunan berbentuk linier. 

Bahkan dalam beberapa sisi, batu bata yang disusun menyisakan beberapa kisi atau lubang. Kisi-kisi tersebut memungkinkan sirkulasi udara di dalam ruangan. Sedangkan lantai sekolah diberi lapisan beton.

Dengan pemanfaatan berbagai material alam, Realrich mengatakan, bangunan ini mampu bertahan hingga 100 tahun.

"Seratus tahun untuk keseluruhan bangunan, tentu dengan perawatan," pungkas dia.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X