Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peran Besar Antoni Gaudi Mengubah Arsitektur Barcelona

Kompas.com, 28 Oktober 2018, 23:06 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Antoni Gaudi merupakan salah satu arsitek paling berpengaruh dalam sejarah Kota Barcelona.

Salah stau karyanya yang paling terkenal adalah Sagrada Familia. Gereja unik di tengah Kota Barcelona ini menjadi magnet bagi jutaan turis setiap tahunnya.

Gereja yang dibangun sejak tahun 1882 ini merupakan karya Gaudi yang paling fenomenal. Selama 136 tahun berikutnya, konstruksi Sagrada Familia masih berlanjut, meski sang arsitek telah meninggal dunia pada 1926.

Melansir Architectural Digest, konstruksi gereja ini akan rampung pada 2026 mendatang.

Baca juga: 136 Tahun Tanpa Izin, Sagrada Familia Bayar Denda Rp 626 Miliar

Desain Sagrada Familia telah beberapa kali mengalami perubahan. Awalnya gereja ini dibangun dengan gaya neo-gotik. Kemudian Gaudi melakukan perubahan signifikan pada desain bangunan gereja.

Antoni Gaudi, sang arsitek merupakan representasi sempurna dari karakter warga Catalan yang ekspresif dan merasa berseberangan dengan arus utama.

Salah satu sudut Park Guell, taman kota rancangan arsitek Antoni Gaudi di BarcelonaOik Yusuf/ Kompas.com Salah satu sudut Park Guell, taman kota rancangan arsitek Antoni Gaudi di Barcelona
Banyak karyanya yang berbenturan dengan pakem arsitektur. Bahkan selain Sagrada Familia terdapat Casa Mila atau yang lebih dikenal dengan nama La Pedrera. Rumah tinggal ini bahkan tidak memiliki satu garis lurus.

Sekilas Antonio Gaudi

Gaudi merupakan arsitek lulusan University of Barcelona di bidang arsitektur. Sebelum menelurkan karya-karya ikoniknya, Gaudi pernah merancang desain tiang lampu lampu kota untuk Placa Reial atau Royal Plaza. Dari beberapa desain yang telah ia buat, hanya dua yang disetujui.

Meski pernah berkontribusi, namun beberapa tahun kemudian, pemerintah kota berseberangan dengan Gaudi.

Ini karena arsitek eksentrik itu sering merancang bangunan-bangunan yang dianggap aneh oleh warga kebanyakan.

Gaudís Parc Güell, salah satu rumah rancangan Gaudi. Rumah ini merupakan milik teman sekaligus kliennya, Eusebi Guell.Getty Images Gaudís Parc Güell, salah satu rumah rancangan Gaudi. Rumah ini merupakan milik teman sekaligus kliennya, Eusebi Guell.
Namun penolakan dari dewan kota tak lantas membuat Gaudi jera. Ia malah makin sering merancang bangunan unik.

Bahkan permintaan untuk merancang gedung bagi beberpa jenis bangunan mulai berdatangan. Salah satunya adalah dari seorang pengusaha Spanyol, Eusebi Guell.

Guell menyewa jasa Gaudi untuk merancang furnitur bagi kapelnya. Setelah itu, Guell mulai mempercayakan beberapa pekerjaan desain bangunan kepada Gaudi, seperti rumah, pavilion, taman, dan gereja.

Ketika rancangan gedung milik Guell terselesaikan, beberapa orang mulai menggunakan jasanya. Hal ini membuat Gaudi semakin dikenal.

Casa BatlloGetty Images Casa Batllo
Beberapa karyanya setelah itu adalah rumah pialang saham Manuel Vicens i Montaner, apartemen yang disebut Casa Batllo milik Joseph Battle, rumah berjuluk Casa Calvet milik Piere Martir Calvet.

Setelah banyak yang menggunakan jasanya, karya Gaudi pun mulai mengubah wajah kota.

Beberapa rancangan rumah karya Gaudi kini menjadi ikon kota. Selain merancang rumah, dia juga tertarik dengan bangunan-bangunan religius.

Salah satunya rancangan gereja yang bahkan menjadi inspirasi saat mulai merancang Sagrada Familia.

Karya ikoniknya ini membuat Gaudi memperoleh julukan sebagai God's Architect.

Julukan ini muncul setelah Gaudi mengatakan bahwa kreasinya merupakan misi untuk memuliakan Tuhan melalui hasil kerjanya.

Di samping pengaruh religius yang begitu kental dalam rancangannya, Gaudi juga dipengaruhi oleh beberapa gaya. Sebut saja arsitektur neo-gothic, bentuk-bentuk geometris, motif Moorish, dan bahkan seni Islam. Rancangannya yang unik merupakan cikal bakal dari gaya modernisme Catalan.

Ide-idenya yang tak biasa kemudian mulai dapat diterima masyarakat Barcelona hingga mampu mengubah wajah kota.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau