KOMPAS.com - Berada di distrik Arnavutköy, bandara ini diklaim sebagai yang terbesar di seluruh dunia, dengan luas lebih dari 148.000 meter persegi. Luasnya bahkan melebihi Manhattan.
Tempat ini akan menggantikan tugas Ataturk Airport, dan rencananya akan dibuka pada akhir 2019. Bandara baru ini akan melayani 200 juta penumpang.
Desain bandara terinspirasi dari sejarah kota Istanbul yang kaya dengan arsitektur modern.
Menara kontrol juga dirancang menyerupai bunga nasional Turki, yakni bunga Tulip. Jenis bunga ini mulai populer sejak pemerintahan Sultan Suleiman pada masa Kerajaan Ottoman.
Usut punya usut, tulip merupakan jenis bunga yang dibudidayakan di Turki sebelum diimpor ke Belanda pada abad ke-16. Selain tulip, terminal transit bandara juga meniru bentuk Selat Bosphorus.
--Selain itu, bandara juga dibangun menggunakan material yang ramah lingkungan, termasuk penggunaan jendela yang mampu menghalau panas.
Hal ini mampu meminimalkan penggunaan alat pendingin dan pemanas ruangan.
Desain bangunan ini dirancang oleh firma arsitektur asal London, Grimshaw Global. Atap bandara dirancang dengan bentuk kanopi berkubah yang merefleksikan cahaya matahari. Bentuk atap ini terinspirasi dari pendar cahaya saat menyentuh bangunan.
--Warna dan suasana Istanbul yang berubah merupakan inspirasi bagi interior, dimana bentuk atap yang miring menunjukkan permainan warna. Untuk memberikan kenyamanan tambahan, bandara juga dilengkapi dengan tujuh buah area bermain anak-anak di sepanjang terminal.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.