Ada 2.350 Hotel Berbintang, Kans Besar Produk Lokal

Kompas.com - 24/10/2018, 18:00 WIB
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Maulana Yusran (paling kanan) dan Ketua Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI) Ira Samri (paling kiri) dalam pameran Hospitality 2018 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (24/10/2018).KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Maulana Yusran (paling kanan) dan Ketua Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI) Ira Samri (paling kiri) dalam pameran Hospitality 2018 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Industri perhotelan di Indonesia terus mengalami perkembangan positif setiap tahun. Selain untuk pariwisata, pembangunan hotel juga berpengaruh baik pada industri terkait, seperti desain interior, kerajinan, dan furnitur.

Menurut Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Maulana Yusran, pertumbuhan industri perhotelan di Tanah Air merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.

“Sesuai data kami sekarang, ada sekitar 2.350 hotel berbintang yang terdiri dari 290.000 kamar. Ini merupakan pasar yang besar dan menarik,” kata Maulana Yusran dalam pameran bertajuk Hospitality 2018 di Hall B JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Baca juga: Desain Menarik, Produk Lokal Layak Masuk Hotel Internasional

Dia menambahkan, untuk hotel non-bintang jumlahnya sebanyak 16.000 hotel dengan 285.000 kamar.

Begitu banyaknya hotel dan kamar itu menjadi peluang bagi para desainer lokal untuk membuat produk kerajinan dan furnitur yang berkualitas dan bisa bersaing dengan produk luar negeri.

“Pembangunan suatu hotel itu sangat tematik. Desain yang dihasilkan tidak hanya untuk lokal, tapi bisa bersaing dengan kelas internasional. Itu yang utama,” ucap Maulana.

Dia menambahkan, industri perhotelan melibatkan banyak sektor dan pelaku, termasuk desainer interior, arsitek, dan konsultan produk.

Maka dari itu, para pemilik dan pengelola hotel baik yang merupakan jaringan lokal maupun internasional seharusnya menyadari bahwa Indonesia memiliki desainer produk kerajinan yang bisa memenuhi keinginan mereka.

“Sekarang bagaimana caranya bisa melibatkan desainer dan produk lokal. Kenapa harus impor kalau kita bisa bersaing dengan luar negeri,” imbuhnya.

Menurut dia, keterlibatan produk dan pelaku industri lokal itu sangat penting untuk pengembangan industri kerajinan lokal, perhotelan, dan pariwisata di Tanah Air. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X